kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Analis Paramitra: Sebaiknya wait and see untuk saham BBTN


Jumat, 06 Juli 2018 / 22:36 WIB
ILUSTRASI. Pelonggaran uang muka KPR


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham Bank Tabungan Negara (BBTN) masih terus melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (6/7). Berdasarkan RTI, saham BBTN turun tercatat turun 4,44% ke level harga Rp 2.150 per lembar saham.

Sedangkan, kemarin harga saham BBTN tercatat turun 8,91% ke level Rp 2.470. Senior Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar mengungkapkan, penurunan dipicu oleh sentimen negatif gugatan hukum dari nasabah BBTN.

"Dampaknya (gugatan) cukup besar ke harga saham, dibandingkan sentimen dari eksternal," kata William kepada Kontan.co.id, Jumat (6/7).

Namun, ia mengatakan lama atau tidaknya sentimen negatif tersebut, tergantung bagaimana manajemen BBTN menangani gugatan tersebut. Apalagi, menurutnya bisnis perbankan bukan hanya sebatas transaksi uang, melainkan juga kepercayaan.

"Dengan kondisi saat ini, investor baiknya wait and see dulu, sembari menunggu langkah dari BBTN dan respon OJK," jelasnya.

William berharap BTN bisa segera memberikan klarifikasi terkait gugatan hukum yang dilayangkan padanya. Dinilai, secara keseluruhan koreksi saham BBTN bakal bersifat sementara.

"Ini karena, dari sisi penetrasi bisnis BBTN masih cukup baik dibandingkan dengan saham perbankan lain. Begitu juga dengan fundamentalnya," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×