kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.404.000   -15.000   -1,06%
  • USD/IDR 16.195
  • IDX 7.294   -26,58   -0,36%
  • KOMPAS100 1.142   -7,10   -0,62%
  • LQ45 920   -3,25   -0,35%
  • ISSI 218   -1,41   -0,64%
  • IDX30 460   -1,72   -0,37%
  • IDXHIDIV20 554   -0,98   -0,18%
  • IDX80 128   -0,53   -0,41%
  • IDXV30 130   0,41   0,32%
  • IDXQ30 155   -0,33   -0,21%

Analis Paramitra: Sebaiknya wait and see untuk saham BBTN


Jumat, 06 Juli 2018 / 22:36 WIB
Analis Paramitra: Sebaiknya wait and see untuk saham BBTN
ILUSTRASI. Pelonggaran uang muka KPR


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham Bank Tabungan Negara (BBTN) masih terus melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (6/7). Berdasarkan RTI, saham BBTN turun tercatat turun 4,44% ke level harga Rp 2.150 per lembar saham.

Sedangkan, kemarin harga saham BBTN tercatat turun 8,91% ke level Rp 2.470. Senior Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar mengungkapkan, penurunan dipicu oleh sentimen negatif gugatan hukum dari nasabah BBTN.

"Dampaknya (gugatan) cukup besar ke harga saham, dibandingkan sentimen dari eksternal," kata William kepada Kontan.co.id, Jumat (6/7).

Namun, ia mengatakan lama atau tidaknya sentimen negatif tersebut, tergantung bagaimana manajemen BBTN menangani gugatan tersebut. Apalagi, menurutnya bisnis perbankan bukan hanya sebatas transaksi uang, melainkan juga kepercayaan.

"Dengan kondisi saat ini, investor baiknya wait and see dulu, sembari menunggu langkah dari BBTN dan respon OJK," jelasnya.

William berharap BTN bisa segera memberikan klarifikasi terkait gugatan hukum yang dilayangkan padanya. Dinilai, secara keseluruhan koreksi saham BBTN bakal bersifat sementara.

"Ini karena, dari sisi penetrasi bisnis BBTN masih cukup baik dibandingkan dengan saham perbankan lain. Begitu juga dengan fundamentalnya," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×