kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: Outlook kinerja emiten pelayaran melempem


Selasa, 02 Desember 2014 / 20:16 WIB
ILUSTRASI. Simak Kurs Dollar-Rupiah di BCA Hari Ini Jumat (16/6), Nasabah Valas Merapat. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Utang yang membelit membuat tiga emiten transportasi mencari jalan alternatif untuk membayar. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA), dan PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) pun memilih untuk melakukan konversi utang menjadi saham.

Analis Woori Korindo Reza Priyambada menilai bahwa para emiten transportasi tersebut berusaha untuk meringankan posisi keuangan mereka. Pasalnya, beban utang yang dimiliki dapat membuat potensi ekspansi terhambat. Dengan mengkonversi utang jadi saham, si emiten bisa mengurangi utang dengan cepat dan meringankan laporan keuangannya.

Ia mencermati, kinerja emiten transportasi laut tampak tenggelam dalam beberapa waktu belakangan. Ini karena adanya penurunan pendapatan dan kenaikan biaya operasional.

Rencana Jokowi untuk menggenjot sektor maritim dengan membangun 24 pelabuhan dinilai Reza belum tentu dapat meningkatkan kinerja emiten transportasi laut. Menurut Reza, penambahan pelabuhan harus diiringi dengan adanya barang yang diantar. Sedangkan para emiten pelayaran cenderung mengalami penurunan kontrak.

“Walaupun sudah dibangun pelabuhan di tiap daerah, kalau barang yang dijadikan komoditas untuk diperjualbelikan tidak ada, kinerjanya akan sama saja,” tandas Reza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×