kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Analis masih merekomendasikan buy untuk META


Minggu, 24 September 2017 / 22:01 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Meski dipenuhi kesimpangsiuran, analis masih optimistis terhadap prospek saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Bisnis META yang cukup bagus membuat harga saham ini masih memiliki peluang untuk terus meningkat.

Transaksi crossing saham META yang dilakukan di pasar negosiasi beberapa waktu lalu sempat membuat geger pasar modal domestik. Konglomerasi besar seperti Grup Lippo, Grup Salim, dan Grup Rajawali dikabarkan jadi pembeli saham tersebut dibawah nama Matahari Kapital.

Tak berapa lama, akhirnya terkuak bahwa saham yang dulunya dimiliki Eagle Infrastructure Fund dan PT Hijau Makmur Sejahtera itu kini dimiliki PT Matahari Kapital Indonesia (MKI) yang memiliki afiliasi dengan Direktur Utama META, M. Ramdani Basri.

Menurut Reza Priyambada, analis Binaartha Parama Sekuritas, nasib perkembangan META selanjutnya tergantung pada tujuan MKI membeli saham META. "Jika memang dilakukan untuk pengembangan bisnis, dampaknya bisa positif ke META. Namun jika pembelian saham ini dilakukan untuk kepentingan investasi, nampaknya tidak akan berdampak banyak ke pengembangan bisnis META," terangnya, Minggu (24/9).

Keaktifan perusahaan untuk menggarap proyek baru pun dianggap Reza bisa jadi penentu prospek saham ini di masa depan. Menurut Reza, jika META bisa lebih aktif lagi untuk terlibat di semakin banyak proyek infrastruktur yang ada maka kinerja jalan tol bisa semakin baik di masa depan.

Reza merekomendasikan buy untuk saham META dengan target harga Rp 198 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×