kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: IHSG menunggu respon Hang Seng


Kamis, 19 April 2012 / 08:00 WIB
ILUSTRASI. Allianz Tower, gedung kantor pusat Aliianz Indonesia di Jakarta.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi dibuka terkoreksi pada awal pembukaan, Kamis (19/4). Tekanan pada Wall Street tadi malam, akan memberikan ruang untuk saham regional, termasuk IHSG untuk ikut bergerak bearish.

Pengamat Pasar Modal, Irwan Ariston Napitupulu memprediksi, IHSG akan dibuka di zona merah dengan tren kembali naik dan kemungkinan ditutup positif kembali.

Kata Irwan, seberapa besar koreksi IHSG hari ini, mengikuti respon regional terutama dari bursa Hang Seng. "Indeks memiliki tren naik karena kemarin saat bursa regional naik tinggi, kenaikan IHSG masih belum seberapa. Hal ini memberikan sinyal bahwa IHSG berpotensi naik lagi," jelasnya, Kamis (19/4).

Dia menambahkan, kemungkinan, koreksi yang terjadi hari ini akan merata pada semua sektor dan masih dalam koreksi wajar.

Secara teknikal, Irwan melihat intraday hourlu chart IHSG membentuk pola cup & handle yang mengindikasikan gerakan naik ke resisitance 4.230. Secara daily chart, IHSG sepertinya membentuk J-Curve yang juga sama memberikan sinyal rebound ke 4.230.

"Kemungkinan akan tes ke sekitar 4.230 sekitar 1-2 minggu walau dalam perjalanannya bisa naik turun dulu ya, dengan asumsi tidak ada peristiwa yang sifatnya signifikan negatif yg akan merubah proses ini," papar Irwan.

Sedangkan pada perdagangan hari ini (19/4), Irwan memprediksi IHSG akan bergerak pada range 4.145-4.180. "Rekomendasi trading hari ini untuk saham PTPP, AISA, UNTR, dan juga BUMI. Saham-saham tersebut sudah cukup banyak turun dan bisa untuk dikoleksi kembali," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×