kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Analis: IHSG bisa menuju support 5.100


Rabu, 26 November 2014 / 12:56 WIB
ILUSTRASI. Nanas, salah satu buah kaya vitamin yang bermanfaat menurunkan asam urat tinggi.


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA.  Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif pada hari ini (21/11), indeks akhirnya ditutup di zona merah pada sesi I. Data RTI menunjukkan, pada pukul 12.00 WIB, indeks tercatat turun 0,17% menjadi 5.110,47.

Analis First Asia Capital David Sutyanto bilang, minimnya insentif membuat indeks hari ini bergerak bervariasi dengan kecenderungan terkoreksi. Hal ini bisa dilihat dari posisi indeks yang pagi tadi dibuka menguat, namun kembali melemah pada penutupan jeda siang ini.

"Indeks bergerak menuju support 5.100 dengan target resistance 5.150," tandas David.

Sementara, dalam riset Sinarmas Sekuritas disebutkan, level support terdekat saat ini ada di level 5.108. Adapun target resistance indeks berada di level 5.140.

Secara teknikal, indeks bergerak mixed setelah terimbas efek akan dirilisnya data pertumbuhan GDP Amerika (AS) kuartal III-2014 dan dirilis juga data consumer confidence. Ada juga sentimen dari China, yakni terkait pemangkasan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2012 dan adanya tambahan program stimulus dari Eropa.

Dari dalam dalam negeri, pergerakan IHSG juga tak terlepas dari sentimen optimisme pemerintah dengan target pertumbuhan ekonomi APBN 2015 di 5,8% dapat tercapai dengan adanya peningkatan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×