kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.737.000   34.000   1,26%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Analis: Harga PGAS harus premium


Rabu, 15 Januari 2014 / 12:37 WIB
Analis: Harga PGAS harus premium
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi melalui atm di Jakarta, Senin (8/8/2022).


Reporter: Cindy Silviana Sukma | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kisruh merger antara dua perusahaan pelat merah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas) masih memanas. Harga saham PGAS  pun bergerak fluktuatif. Pada sesi penutupan I hari ini, Selasa (15/1), harga saham PGAS turun 0,23% menjadi Rp 4.410 per saham.

Menurut David Nathanael Sutyanto, Kepala Riset First Asia Capital, jika merger antara Pertagas dan PGAS jadi, maka Pertamina harus membayar mahal kepada publik dengan asumsi Pertamina memiliki saham dari hasil merger tersebut. "PGAS itu bukan perusahaan sembarangan, karena termasuk dalam 10 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di pasar. Maka, dia (Pertamina) harus menawar dengan harga premium," tuturnya kepada KONTAN.

Jadi, berapa nilai yang harus ditawarkan Pemerintah ataupun Pertamina kepada publik jika terjadi transaksi afiliasi tersebut?

Menengok total aset PGAS per 30 September kemarin, perusahaan masih memiliki sekitar US$ 3,77 miliar. Sementara total liabilitas hanya US$ 1,26 miliar. Maka, nilai valuasi PGAS saat ini sekitar US$ 2,51 miliar atau setara dengan Rp 30,62 triliun.

Sependapat dengan David, Akhmad Nurcahayadi, analis AM Capital menyarankan, agar harga yang ditawarkan berada di atas harga wajar maupun nilai wajar. "Jangan terlalu rendah, ataupun terlalu tinggi. Supaya tak merusak harga pasar dan masih ada potensi untuk tumbuh lebih positif," ucapnya.

Akan tetapi, PGAS sendiri belum banyak terlibat dari hasil opsi yang dirundingkan antara Kementrian BUMN dengan Pertamina. Meski demikian, isu merger ini telah membuat pergerakan saham PGAS menjadi fluktuatif sejak perdagangan di bursa efek pada Senin (13/1) lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×