kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Analis: Harga CPO berpotensi tembus RM 2.500 per ton


Jumat, 11 Oktober 2019 / 04:13 WIB
Analis: Harga CPO berpotensi tembus RM 2.500 per ton
ILUSTRASI. Petani sawit mengangkut hasil kebun mereka di lokasi loading Terima Buah Sawit (TBS) untuk dibawa ke pabrik pengolahan minyak sawit di Desa Semoi III, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Pembangunan Ibu Kot


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sukses menguat dalam beberapa hari terakhir, rupanya harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah berpotensi untuk melanjutkan kenaikan di jangka menengah dan panjang. Meskipun begitu, tren pelemahan harga komoditas masih perlu menjadi perhatian.

Mengutip Malaysia Derivatives Exchange, pada perdagangan Kamis (10/10) harga CPO sukses menembus level RM 2.200 per ton, tepatnya di level RM 2.201 per ton atau naik 0,22% dari perdagangan sebelumnya. Sedangkan dalam sepekan, harga CPO berhasil naik 2,42% dari level Jumat (4/10) yakni RM 2.149 per ton. 

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono menjelaskan, secara umum harga komoditas masih tertekan, seiring sentimen ancaman krisis ekonomi global. Ditambah lagi, tensi perang dagangan masih naik turun, disusul dengan pergerakan dolar AS yang cenderung menguat.

"Apalagi CPO, basic fundamentalnya pun lemah, diikuti sentimen oversupply dan lack demand, cuaca yang pro produksi, ancaman ekspor impor dari Eropa, serta meningkatnya alternatif supply edible oil atau soy oil yang secara tidak langsung kurang baik bagi CPO," jelas Wahyu kepada Kontan.co.id, Kamis (10/10). 

Baca Juga: Bank Dunia pangkas prospek pertumbuhan ekonomi, ini yang perlu dilakukan pemerintah

Berbagai sentimen tersebut menjadikan harga CPO sulit menembus level RM 2.200 per ton, hingga RM 2.400 per ton. Namun, karena saat ini harga CPO berada di level rendah sepanjang sejarah, maka Wahyu melihat ada potensi rebound korektif ke depannya. 

"Komoditas di level seperti ini, hanya ada dua pilihan yakni lower konsolidasi atau rebound. Saat harga sempat anjlok parah, pasti demand akan adjust untuk beli dan permintaan tinggi," ungkapnya. 




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×