kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Analis: Gross margin tergerus, hold saham INCO


Jumat, 14 Juli 2017 / 19:31 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. NH Korindo Sekuritas merekomendasikan hold untuk saham PT Vale Indonesia Tbk. Rendahnya permintaan, tingginya pasokan, dan rendahnya harga nikel menjadi sentimen yang membuat gross margin emiten berkode saham INCO ini tergerus pada kuartal I 2017.

Analis NH Korindo Sekuritas Yuni dalam riset yang diterima KONTAN, Rabu (12/7), memaparkan pada kuartal I 2017, INCO mencatatkan gross margin sebesar minus 2% yang jauh lebih rendah dibandingkan gross margin pada semester II 2016 yang berkisar antara 13% hingga 15%.

Kendati begitu, pencapaian tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal I/2016, di mana posisi gross margin emiten tercatat minus 13%.

Siklus penurunan margin pada awal 2017, kata Yuni, terjadi akibat jadwal pemeliharaan dari fasilitas produksi. "Kami memperkirakan bahwa efisiensi dan peningkatan gross margin akan mulai pulih secara signifikan pada 2018," jelas Yuni.

Menurutnya, dari sisi suplai, penurunan harga nikel dipicu oleh kebijakan Pemerintah Indonesia yang memperbolehkan ekspor bijih nikel sejak Januari 2017.

Sementara dari sisi permintaan, lanjutnya, penurunan harga nikel dunia terjadi lantaran adanya pengurangan konsumsi nikel oleh China. "China sebagai konsumen nikel terbesar di dunia sedang berusaha mengurangi produksi baja tahan karat. Hal ini mengakibatkan penurunan permintaan nikel," imbuhnya.  Sekadar informasi, baja tahan karat merupakan produk turunan nikel.

Dalam kondisi tersebut, Yuni menargetkan harga saham INCO di level Rp 2.000 per saham. Harga tersebut mencerminkan EV/EBITDA 2017/E sebesar 8,7x yang setara dengan posisi EV/EBITDA 2017/E saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×