kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.161   64,00   0,35%
  • IDX 5.356   -83,35   -1,53%
  • KOMPAS100 693   -9,93   -1,41%
  • LQ45 539   -7,60   -1,39%
  • ISSI 183   -3,47   -1,86%
  • IDX30 302   -3,84   -1,25%
  • IDXHIDIV20 399   -4,09   -1,02%
  • IDX80 80   -1,04   -1,29%
  • IDXV30 111   -0,97   -0,86%
  • IDXQ30 101   -1,02   -1,00%

Analis: Akuisisi Permata oleh Bangkok Bank positif untuk industri perbankan


Rabu, 18 Desember 2019 / 16:48 WIB
ILUSTRASI. Presiden Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich (kedua kanan), Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto (kedua kiri), Group Head Corporate Development Standard Chartered David Churchman (kanan) dan Wakil Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, menanda


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan PT Astra International Tbk (Astra) dan Standard Chartered Bank (Stanchart) untuk melepas kepemilikan sahamnya di PT Bank Permata Tbk kepada Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank) dinilai sejumlah analis sangat positif bagi industri perbankan.

Masuknya raksasa finansial asal Thailand itu membuat sektor perbankan Indonesia didukung oleh pemodal-pemodal besar di dunia. 

Baca Juga: Untuk menerangi Sulawesi, BNI pinjami PLN Rp 2,3 triliun

"Penjualan saham Bank Permata ke Bangkok Bank membuat sektor finansial, khususnya perbankan memiliki dukungan modal besar. Di luar Bank BUMN, pemegang saham bank besar di Indonesia adalah raksasa finansial dunia," jelas Kepala Riset PT Koneksi Kapital, Marolop Alfred Nainggolan dalam siaran persnya, Rabu (18/12).

Sejumlah bank besar di Indonesia mayoritas memiliki mitra strategis dari lembaga keuangan asing. Misalnya, OCBC NISP dengan pemodal Singapura, Bank BTPN dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) asal Jepang dan Bank Danamon yang telah diakuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG). 

Bank BTPN kemudian merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC Indonesia) yang juga dimiliki oleh SMBC pada Februari 2019. Sementara Bank Danamon juga merger dengan Bank Parahyangan yang sebelumnya sudah diakuisisi MUFG pada Mei 2019 lalu.

Baca Juga: Ekonom memprediksi BI akan tahan suku bunga pada level 5% di akhir 2019

"Masuknya Bangkok Bank tentu akan mendorong proses konsolidasi perbankan Indonesia. Langkah ini sejalan dengan strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bagus buat industri perbankan nasional," ujar Marolop.

Lebih jauh Marolop menyatakan, dengan dukungan finansial yang kuat, Bank Permata dapat mengakselerasi bisnisnya dengan lebih kuat dan lebih siap untuk berkompetisi di industri finansial yang makin ketat saat ini.

"Hubungan Bank Permata dengan Astra Group yang akan tetap terjaga pasca akuisisi juga akan menjadi salah satu faktor penguat bagi bank ini di masa depan. Bangkok Bank dengan pengalamannya tentu punya strategi yang sudah teruji. Apalagi masyarakat Indonesia dan Thailand memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×