kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Anak usaha OKAS peroleh kontrak dari Adaro Indonesia


Senin, 08 Agustus 2011 / 23:31 WIB
Anak usaha OKAS peroleh kontrak dari Adaro Indonesia
ILUSTRASI. Warga mencuci tangan yang tersedia di depan Pos Polisi Bunderan HI, Jakarta, Senin (12/10/2020).


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Edy Can


JAKARTA. PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) berhasil meraih kontrak baru dari PT Adaro Indonesia, anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Nilai transaksi kontrak tersebut diperkirakan sekitar US$ 25 juta per tahun.

Kontrak ini diperoleh anak usaha OKAS, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK). Kontrak untuk penyediaan jasa dan produk mining explosives selama tiga tahun.

”Kami tentunya sangat bangga untuk menjadi rekan kerja dari perusahaan pertambangan kelas dunia seperti Adaro,” tutur Dharma Djojonegoro, Presiden Direktur OKAS. Dalam kontrak ini MNK tidak hanya menjual ammonium nitrat, tapi juga akan menyediakan jasa peledakan dan aksesoris lainnya.

MNK adalah salah satu anak perusahaan Ancora Indonesia Resources (AIR) yang bergerak di bidang mining explosives. Selain menjadi satu-satunya produsen di Indonesia untuk bahan baku utama untuk peledakan pertambangan yaitu ammonium nitrat, MNK juga menyediakan berbagai macam jasa terintegrasi untuk peledakan pertambangan, termasuk jasa emulsi, blasting services dan down-the-hole services.

MNK juga sedang membangun pabrik MNK-2, yang akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi hampir empat kali lipat, dari 37.000 ton per tahun menjadi 140.000 ton per tahun. ”Konstruksi MNK-2 juga berjalan baik, dan kami harapkan akan selesai di pertengahan semester II tahun ini," tambah Dharma.

MNK-2 akan meningkatkan reliabilitas dan kemampuan MNK untuk mensuplai ammonium nitrat secara konsisten kepada perusahaan pertambangan, yang tentunya akan meningkatkan competitive advantage MNK di mata pelanggan. ”Tahun 2010 MNK menjual 177,000 ton ammonium nitrat, dimana hanya sekitar 38.000 ton adalah hasil produksi MNK sementara sisanya adalah import dari produsen luar negeri," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×