Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pembelian kembali saham atau buyback PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai maksimal Rp 1 triliun dinilai dapat menjadi sentimen positif bagi investor. Namun, dampaknya terhadap pergerakan harga saham diperkirakan terbatas karena jumlah saham yang akan dibeli relatif kecil.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai buyback dapat menunjukkan komitmen manajemen dalam menjaga kepercayaan pasar di tengah volatilitas saham. Meski begitu, aksi korporasi ini belum tentu mampu membalikkan tren pergerakan saham AMMN.
“Dampaknya terhadap harga saham kemungkinan lebih bersifat menopang secara terbatas, bukan menjadi katalis pembalikan tren secara otomatis,” kata Nafan kepada Kontan, Minggu (25/10/2026).
AMMN menyiapkan dana maksimal Rp 1 triliun untuk buyback yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027. Aksi ini diperkirakan mencakup maksimal 0,37% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan, dengan pendanaan dari kas internal.
Baca Juga: Bakal Buyback Saham, Amman Mineral (AMMN) Rogoh Kocek Rp 1 Triliun
Nafan mengatakan, penggunaan kas internal membuat AMMN tidak perlu menambah utang atau menanggung beban bunga untuk mendanai buyback. Namun, perusahaan tetap perlu menjaga keseimbangan antara pengembalian modal kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk belanja modal, pengembangan tambang, serta kegiatan operasional.
Dari sisi laba per saham atau earnings per share (EPS), dampak buyback diperkirakan relatif kecil. Berdasarkan simulasi proforma perusahaan, EPS hanya meningkat dari US$ 0,003436 menjadi US$ 0,003441 per saham dengan asumsi laba tetap.
“Penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak cukup hanya mengandalkan buyback, tetapi juga harus ditopang pertumbuhan laba, arus kas yang sehat, serta peningkatan efisiensi operasional,” kata Nafan.
Ia menambahkan, prospek AMMN ke depan akan dipengaruhi oleh pergerakan harga tembaga dan emas, realisasi produksi dan penjualan, serta kelancaran operasional dan pengembangan tambang. Investor juga perlu mencermati risiko koreksi harga komoditas, kenaikan biaya operasional, kebutuhan belanja modal, dan volatilitas arus dana asing.
Nafan merekomendasikan accumulative buy saham AMMN dengan target harga Rp 6.425 per saham.
Senada, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Kevin Yudha Pratama, menilai buyback dapat membantu menjaga kepercayaan investor ketika harga saham berfluktuasi. Pembelian saham oleh perusahaan berpotensi menambah permintaan di pasar dan mengurangi tekanan jual, meski pengaruhnya diperkirakan tidak besar.
Baca Juga: Amman Mineral (AMMN) Masuki Fase Produksi Menguntungkan, Target Saham di Rp 7.000
“Pembelian saham oleh perusahaan dapat menambah permintaan di pasar dan sedikit mengurangi tekanan jual. Meski begitu, jumlah saham yang akan dibeli kembali relatif kecil dibandingkan seluruh saham AMMN, sehingga pengaruhnya terhadap harga kemungkinan terbatas,” ujar Kevin.
Menurut Kevin, rencana buyback masih cukup masuk akal seiring perbaikan kondisi keuangan AMMN. Perusahaan disebut telah kembali mencatat laba, menghasilkan kas dari kegiatan usaha, dan mulai mengurangi utang. Kendati demikian, penggunaan kas untuk buyback tetap perlu dipertimbangkan terhadap kebutuhan pembayaran utang serta pengembangan tambang dan smelter.
Kevin menilai prospek AMMN masih cukup baik seiring pemulihan produksi tembaga dan emas serta perkembangan kegiatan pengolahan hasil tambang. Pengolahan bijih dengan kadar logam lebih tinggi dan peningkatan produksi smelter berpotensi mendukung kinerja perusahaan ke depan.
Namun, investor tetap perlu mencermati kelancaran produksi, kebutuhan biaya pengembangan tambang, serta pergerakan harga tembaga dan emas dunia.
“Kami masih melihat peluang bagi saham AMMN untuk melanjutkan penguatannya, dengan target harga jangka pendek di kisaran Rp 4.280-Rp 4.500,” kata Kevin.
Baca Juga: Kinerja Amman (AMMN) Melesat Sepanjang Semester I-2026, Ini Pendorongnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














