Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli
Abida memperkirakan tren buyback masih akan berlanjut sepanjang 2026, terutama jika volatilitas pasar tetap tinggi dan valuasi saham-saham berkapitalisasi besar masih tertekan.
Emiten dengan fundamental kuat, arus kas besar, serta kebutuhan belanja modal yang moderat, seperti konglomerasi, perbankan besar, dan emiten komoditas mapan, diprediksi paling aktif melakukan buyback.
Dari sisi rekomendasi, Hendra menyarankan speculative buy saham ASII dengan target harga Rp7.200 per saham. Ia juga merekomendasikan buy on weakness saham UNTR di kisaran Rp27.000 dengan target Rp29.000 per saham.
Baca Juga: Anomali Buyback Saham DEWA, Tak Sesuai Parameter Pasar Berfluktuasi Secara Signifikan
Sementara itu, saham ERAA dinilai lebih cocok untuk strategi trading buy dengan target Rp470 per saham.
Sejalan dengan itu, Abida merekomendasikan beli saham ASII dan UNTR dengan target harga masing-masing Rp7.450 dan Rp32.000 per saham.
Adapun saham ERAA dinilai lebih tepat untuk perdagangan jangka pendek, mengingat nilai buyback yang relatif kecil serta karakter bisnis ritel gadget yang sensitif terhadap siklus konsumsi.
Selanjutnya: Bali Mulai Menyaring Investasi Asing Berkualitas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Analisis Saham
- Buyback Saham
- Pasar Modal
- United Tractors
- Astra International
- investasi saham
- rekomendasi saham
- harga saham
- strategi investasi
- saham ERAA
- saham ASII
- Volatilitas Pasar
- Erajaya Swasembada
- Sentimen Pasar
- Risiko Investasi
- Saham UNTR
- Pergerakan Saham
- Abida Massi Armand
- fundamental emiten
- potensi keuntungan saham












