Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS707.000 -0,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Akan rights issue dan kabar masuknya investor asing, berikut rekomendasi saham BMTR

Kamis, 23 Mei 2019 / 21:20 WIB

Akan rights issue dan kabar masuknya investor asing, berikut rekomendasi saham BMTR
ILUSTRASI. Global Mediacom BMTR

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi korporasi dan rencana PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dalam mendapatkan suntikan modal dari investor asing membuat harga saham emiten ini menguat di tahun ini.

Mengutip RTI, Kamis (23/5), harga saham BMTR berada di level Rp 372 per saham atau naik 6,29% dalam satu hari. Sementara, secara year to date (ytd) harga saham BMRI melambung 53,72%.


Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki mengatakan, aksi korporasi BMTR yang akan menggelar rights issue dan akan dibahas pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Juni mendatang membuat harga saham BMRI melambung.

Selain itu, rumor suntikan modal asing ke Grup MNC juga andil mengangkat harga saham BMTR. Dalam berita Kontan.co.id 14 Februari 2019, Direktur BMTR, David Fernando Audy mengatakan rencana perusahaan asal Prancis yang dimiliki miliuner Vincent Bollore, yaitu Vivendi SA masuk ke anak usaha BMTR akan terealisasi dalam waktu dekat karena proses saat ini dalam tahap finalisasi.

Vivendi SA dikabarkan akan menyuntikkan investasi di anak usaha Global Mediacom, yaitu PT MNC Vision Networks. Vivendi akan menyuntik dana melalui anak usahanya yang bergerak di penyiaran televisi Canal+.

Nilai investasi yang akan Vivendi suntikkan berkisar US$ 400 juta-US$ 500 juta. Nilai investasi tersebut bernilai sebesar hampir 50% atas saham PT MNC Vision Network.

Tak hanya Vivendi, Argyle Street, perusahaan investasi yang berbasis di Hong Kong, kabarnya juga telah menyatakan niat untuk membeli 49% saham MNC Vision Networks. Perusahaan ini akan membeli 25% saham Global Mediacom senilai US$ 550 juta.

Dana tersebut nantinya untuk mengakuisisi saham baru dalam penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) MNC Vision Networks yang akan dilakukan tahun depan.

"Rencana adanya investor asing yang masuk ke salah satu anak usaha menjadi salah satu pertimbangan pelaku pasar saat ini," kata Achmad, Kamis (23/5).

Senada, analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, prospek kinerja BMTR ke depan akan positif. "Ada investor asing yang masuk menyuntikkan dana berarti ada kepercayaan kinerja BMTR harusnya jadi lebih bagus ke depan," kata Chirstine.

Selain sentimen adanya suntikkan dana asing, secara kinerja BMTR juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,9% secara tahunan di kuartal I 2019 menjadi Rp 2,90 triliun dari Rp 2,57 triliun. Sedangkan, laba yang diatribusikan pada pemilik entitas induk naik signifikan 225% secara tahunan dari Rp 82,15 miliar di kuartal I tahun lalu menjadi Rp 345,39 miliar di kuartal I 2019.

Analis Erdikha Elit Sekuritas Edho Ardiansyah mengatakan, dengan pertumbuhan laba yang signifikan tersebut tak heran bila sejumlah calon investor berniat berkolaborasi dengan BMTR.

"Jika replacement dari luar datang kita bisa liat apakah akan digunakan untuk restrukturisasi utang atau ekspansi bisnis," kata Edho. Jika digunakan untuk restrukturisasi utang, maka rasio utang akan semakin baik dan kondisi keuangan akan semakin sehat.

Sementara, jika digunakan untuk ekspansi bisnis maka bisnis akan berkembang dan mengasilkan laba dari bisnis yang baru sehingga tak heran bila optimisme pelaku pasar pada BMTR saat ini meningkat.

Achmad mengamati, penyumbang terbesar pendapatan BMTR adalah 60% berasal dari pendapatan iklan yang dalam periode kuartal I 2019 naik 6,8%. Sedangkan, pendapatan iklan didorong besar oleh kenaikan iklan digital sebesar 329%. Ke depan, Achmad memproyeksikan pendapatan iklan masih menjadi kontributor utama baik dari iklan digital atau nondigital.

Christine menambahkan, masa depan BMTR ke depan tergantung dari kinerja anak usahanya, yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). "Peran MNCN cukup besar dalam menyumbang pendapatan pada induk usahanya," kata Christine.

Di tahun ini, Christine memproyeksikan, kinerja MNCN akan positif karena didukung utang dalam dollar AS yang semakin berkurang. Selain itu, kinerja MNCN juga tersokong dari sumber pendapatan yang lain seperti konten digital yang semakin berkembang.

Secara valuasi dengan harga saham BMTR yang berada sekitar Rp 370 per saham, Achmad menilai, valuasi BMTR sangat menarik dengan PER sekitar 5,36 kali. "Menarik untuk trading dengan target terdekat di Rp 394 per saham hingga Rp 400 per saham," kata Achmad. Hingga akhir tahun, Achmad memproyeksikan target harga BMTR berada di Rp 420 per saham.

Senada, Christine merekomendasikan buy saham BMTR di target harga Rp 430 di akhir tahun. Edho juga merekomendasikan buy dan memproyeksikan target harga BMTR di akhir tahun berada dalam rentang Rp 580 per saham hingga Rp 630 per saham.


Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Komarul Hidayat
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0611 || diagnostic_web = 0.3672

Close [X]
×