Reporter: Vivit Dewi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ajaib Kripto memperluas pilihan aset yang dapat diperdagangkan di platformnya. Hingga September 2026, sebanyak 741 aset kripto tersedia di platform Ajaib Kripto.
Jumlah tersebut terdiri dari 679 altcoin dan koin serta 62 tokenized asset. Dari kategori tokenized asset, terdapat 50 tokenized stock dan 12 tokenized ETF yang mewakili 60 perusahaan dan fund global.
Ekspansi tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan jumlah investor aset kripto di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor kripto meningkat dari 20,19 juta akun pada Desember 2025 menjadi 22,93 juta akun pada Juli 2026.
CEO Ajaib Kripto, Adrian Sudirgo mengatakan, penambahan jumlah aset menjadi bagian dari upaya perusahaan mengikuti perkembangan pasar kripto sekaligus memenuhi kebutuhan investor.
Baca Juga: Platform Investasi Ajaib Dapat Suntikan Rp 4,8 Triliun, Apakah Akan IPO?
“741 aset ini adalah hasil dari komitmen Ajaib Kripto sejak awal untuk membangun infrastruktur yang bisa mengikuti kecepatan pertumbuhan pasar,” jelas Adrian dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Selain aset kripto, Ajaib Kripto juga memperluas pilihan tokenized stock. Pada September 2026, platform tersebut menambahkan 10 tokenized stock yang mengacu pada saham perusahaan teknologi global, di antaranya Oracle, Dell, ASML, IBM dan Supermicro.
Dengan penambahan tersebut, investor Indonesia dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga perusahaan global melalui format aset kripto. Kategori tokenized asset sendiri menjadi salah satu kategori yang terus dikembangkan Ajaib Kripto.
Adrian menambahkan, perluasan katalog aset juga diarahkan agar pengguna dapat menemukan lebih banyak pilihan instrumen dalam satu platform.
“Selain itu kami juga ingin memastikan, apapun yang pengguna kami cari jawabannya ada di Ajaib Kripto,” tutur Adrian.
Dengan pertumbuhan jumlah investor dan semakin beragamnya aset yang tersedia, pengembangan produk kripto ke depan tidak hanya mencakup koin dan altcoin, tetapi juga instrumen yang memberikan eksposur terhadap aset tradisional melalui teknologi tokenisasi.
Baca Juga: Transaksi Kripto Rp 171 Triliun, Bisnis Bursa Aset Digital Makin Prospektif
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














