kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Agung Podomoro (APLN) Optimistis Pertumbuhan Sektor Properti Domestik Masih Tinggi


Senin, 21 Agustus 2023 / 20:26 WIB
Agung Podomoro (APLN) Optimistis Pertumbuhan Sektor Properti Domestik Masih Tinggi
ILUSTRASI. Pengunjung melihat maket proyek properti dalam Festival Investasi Properti Agung Podomoro 2023 yang berlangsung di Senayan City, Jakarta (18/08/2023).


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) optimistis pertumbuhan kinerja sektor properti di Indonesia masih tinggi, meskipun tengah terjadi krisis properti di China.

Sektor properti di China saat ini tengah mengalami tekanan. Perusahaan properti besar di China, Evergrande Group, terlilit utang dan gagal bayar pada tahun 2021. Perdagangan saham Evergrande bahkan dihentikan sejak Maret 2022.

Baru-baru ini, Evergrande meminta perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat (AS). Menyusul Evergrande, Country Garden yang pernah menjadi developer dengan penjualan terbesar di China pun mendekati gagal bayar.

Direktur APLN Agung Wirajaya mengatakan, pertumbuhan sektor properti Indonesia didorong oleh tingginya kebutuhan hunian dan backlog kepemilikan rumah yang masih mencapai 12,1 juta.

Baca Juga: Dibayangi Krisis Evergrande, Sektor Properti Indonesia Diproyeksikan Masih Positif

Hal tersebut juga sejalan dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa sektor properti, real estate, dan konstruksi Indonesia masih tetap tangguh, meskipun terjadi perlambatan ekonomi global.

“Selain itu, tingginya pertumbuhan keluarga baru di Indonesia yang mencapai 700.000-800.000 per tahun, juga turut meningkatkan permintaan akan hunian yang layak,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Senin (21/8).

Menurut Agung, Pemerintah Indonesia selama ini juga turut berkontribusi dalam menjaga roda industri properti tetap bergerak. Hal itu dilakukan melalui kebijakan relaksasi loan to value dan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DPT) yang dikeluarkan saat pandemi Covid-19.

“Dukungan terhadap industri properti ini karena memiliki 185 sub-sektor dengan penyerapan 13-19 juta tenaga kerja serta berkontribusi sebesar 16% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” papar dia.

Baca Juga: Sektor Properti di China Goyang, Pakuwon (PWON) Yakin Pasar Indonesia Masih Stabil

APLN saat ini masih berfokus pada proyek yang masih on going saat ini, seperti Kota Podomoro Tenjo, Podomoro Park Bandung, Podomoro Golf View, Podomoro City Deli Medan, Bukit Podomoro Jakarta, Kota Kertabumi, The Premiere Hills, Borneo Bay City Balikpapan, dan Parkland Podomoro Karawang.

Agung mengatakan, Kota Podomoro Tenjo berhasil sold out sejak diluncurkan pertama kali pada pertengahan tahun 2020 lalu. kota Podomoro Tenjo baru saja meluncurkan kluster terbaru, yaitu Green Magnolia dan Ruko Kayu Manis tahap 2.

Sedangkan, untuk Bukit Podomoro Jakarta saat ini penjualan tahap 1 sudah mencapai 90 persen, dan baru saja melakukan peresmian untuk fasilitas club house premium.

“Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan tepat waktu agar dapat meningkatkan kepercayaan terhadap proyek-proyek Agung Podomoro dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja Perusahaan ke depan,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×