Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) tengah memperkuat penyehatan perusahaan melalui restrukturisasi keuangan dan transformasi bisnis.
Langkah ini dilakukan di tengah penundaan pembayaran bunga obligasi yang membuat perdagangan saham ADHI dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
BEI menghentikan sementara perdagangan saham ADHI di seluruh pasar mulai sesi pre-opening Senin (24/8/2026).
Suspensi dilakukan menyusul penundaan pembayaran bunga ke-17 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B dengan kode ADHI03BCN3 dan Seri C dengan kode ADHI03CCN3 yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026.
Baca Juga: Risiko Gagal Bayar Surat Utang Menghantui Emiten BUMN Karya
BEI menilai penundaan pembayaran bunga surat utang tersebut mengindikasikan adanya permasalahan terhadap kelangsungan usaha (going concern) ADHI.
Corporate Secretary PT Adhi Karya Tbk, Siswanto, mengatakan, perseroan berkoordinasi dengan Wali Amanat dan para pemegang obligasi untuk menempuh penyelesaian sesuai ketentuan melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 11 September 2026.
“Perseroan akan menyampaikan informasi mengenai perkembangan penyelesaian kewajiban maupun hal-hal material lainnya kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (26/8/2026).
Di tengah proses tersebut, ADHI menjalankan restrukturisasi dengan pihak perbankan yang ditargetkan rampung pada semester II 2026.
Nilai dan skema restrukturisasi telah memasuki tahap akhir pembahasan dengan para kreditur dan akan diumumkan setelah tercapai kesepakatan seluruh pihak.
Dari sisi arus kas, ADHI mendorong percepatan penerimaan piutang dari sejumlah proyek besar melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Baca Juga: Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar
Perseroan juga menjalankan berbagai inisiatif efisiensi pada beban pokok pendapatan dan biaya usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Restrukturisasi dan efisiensi tersebut merupakan bagian dari program transformasi bisnis yang disusun berdasarkan kondisi riil perusahaan.
Sebelumnya, ADHI melakukan Fundamental Business Review untuk mengevaluasi kondisi fundamental perseroan sekaligus menjadi dasar penyusunan program transformasi dan restrukturisasi.
Transformasi tersebut mencakup penguatan fundamental keuangan, peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, penguatan sistem dan kapabilitas, serta pembentukan organisasi yang lebih agile, berkompeten, berdaya saing, dan adaptif.
Sejalan dengan aspirasi pemegang saham Seri B terbanyak, ADHI juga diarahkan kembali ke bisnis inti konstruksi atau back to core. Untuk mendukung fokus tersebut, perseroan akan melakukan divestasi aset secara bertahap.
Saat ini, proses divestasi mencakup PT Jasamarga Jogja Solo yang mengelola Jalan Tol Jogja–Solo dan PT Dumai Tirta Persada yang bergerak di penyediaan air bersih di Dumai. Keduanya masih berada dalam tahap due diligence.
Baca Juga: ADHI Targetkan Restrukturisasi dengan Perbankan Rampung Semester II 2026
Dengan rangkaian langkah tersebut, ADHI menargetkan struktur bisnis dan keuangan yang lebih sehat, sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha dan daya saing dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














