kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ada potensi kenaikan harga SUN, strategi trading bisa jadi pilihan


Senin, 29 Juli 2019 / 09:01 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan naik pada perdagangan Senin (29/7). Hal ini seiring potensi penguatan kurs rupiah di tengah optimisme para pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga acuan AS.

Analis Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra menyampaikan, sentimen positif di hari ini akan mendorong investor asing untuk mulai melakukan pembelian SUN di pasar sekunder, sehingga mempermulus kenaikan harga SUN.

Dengan demikian, Made menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN di pasar sekunder. “Kami masih merekomendasikan strategi trading jangka pendek di tengah pergerakan harga SUN yang berpotensi mengalami kenaikan,” ungkap dia dalam riset harian yang diterima Kontan.co.id.

Sejumlah seri SUN dapat dipertimbangkan oleh investor pada hari ini. Di antaranya adalah FR0053, FR0070, FR0061, FR0056, FR0059, FR0047, FR0064 dan FR0071.

Sebelumnya, harga SUN mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (26/7) lalu akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Harga rata-rata SUN tenor pendek atau satu tahun hingga empat tahun terkoreksi sekitar 1 basis poin (bps)—10 bps sehingga imbal hasil rata-ratanya naik sekitar 3 bps. 

Harga rata-rata SUN tenor menengah atau 5 tahun—7 tahun mengalami penurunan sekitar 6,2 bps yang mengakibatkan imbal hasil rata-ratanya naik sekitar 0,7—1,4 bps.

Adapun harga rata-rata SUN tenor panjang atau di atas tujuh tahun mengalami penurunan sekitar 12 bps yang mendorong kenaikan imbal hasil rata-rata sekitar 5 bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×