kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Ada capital income, Analis: Investor asing masih hati-hati masuk ke SBN


Minggu, 28 Juni 2020 / 13:39 WIB


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona dan ancaman perlambatan ekonomi dunia terus menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian di pasar. Imbasnya, aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi Indonesia menjadi dinamis.

Pada awal tahun sempat menyentuh Rp 1.030-an triliun, kemudian berangsur terus menyusut seiring virus corona yang semakin menyebar. Perlahan namun pasti, aliran tersebut kembali mengalir masuk.

Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, jumlah dana asing di surat berharga negara (SBN) mencapai Rp 937,63 triliun per 25 Juni. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 5,8 triliun sejak akhir Mei lalu.

Baca Juga: Sepanjang Juni, capital inflow di SBN sudah capai Rp 5,8 triliun

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan aliran dana asing masih akan terus mengalir. Ia cukup optimistis pasar obligasi Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi yang menarik bagi investor asing sejauh ini.

"Ke depan (dana asing) masih akan masuk. Tetapi tidak dipungkiri, saat ini investor asing masih berhati-hati mengingat risiko second wave pandemic dan risiko geopolitik (termasuk perang dagang) global yang masih menciptakan ketidakpastian," kata Fikri kepada Kontan.co.id, Sabtu (27/6).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×