kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Abaikan Wall Street, bursa Asia dibuka naik


Kamis, 16 November 2017 / 08:33 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pasar saham Asia dibuka menguat terbatas pada Kamis (16/11). Bursa Asia mengabaikan koreksi yang menerpa Wall Street.

Mengutip CNBC, Nikkei 225 dibuka naik 0,52%. Indeks saham Jepang mengakhiri koreksi enam hari beruntun berkat dukungan saham sektor keuangan, ritel dan teknologi. Misalnya, Fast Retailing naik 1,26%, Nikon menguat 1,02% dan SoftBank naik 1,55%. Namun, saham sektor energi masih tertekan.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,02%. Laju indeks tersendat koreksi sektor perbankan. Sementara, Kospi dibuka lebih lambat satu jam dari biasanya karena ada tes masuk universitas secara nasional.

Dari Amerika Serikat, ketiga indeks di Wall Street ditutup jatuh, Rabu. Bahkan, Dow Jones berakhir di level terendah tiga pekan. Meski data ekonomi, seperti inflasi sesuai perkiraan dan penjualan ritel melampaui ekspektasi, namun pasar mencermati keberlanjutan reformasi pajak. Ada kekhawatiran rencana penerapan pemotongan tarif pajak akan tertunda.

Sentimen pasar juga kurang solid, karena harga minyak terus melorot. Minyak WTI sudah turun tiga hari beruntun, sehingga membebani saham-saham terkait energi.

Di pasar valuta, indeks dollar stabil di kisaran 93,84 pukul 08.17 waktu Singapura. Yen Jepang melemah versus dollar diperdagangkan di 112,91.

Adapun, rilis data ekonomi yang mungkin memperngaruhi pasar hari ini, seperti PDB kuartal ketiga Filipina, tingkat pengangguran Hong Kong bulan Oktober, dan keputusan suku bunga acuan Bank sentral Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×