kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

3 tahun Jokowi-JK berdampak positif ke pasar modal


Rabu, 18 Oktober 2017 / 20:24 WIB
3 tahun Jokowi-JK berdampak positif ke pasar modal


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kini sudah sampai di tahun ketiga. Hasil kerja pasangan ini pun diapresiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran mampu membuat pasar modal makin berkembang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menilai, pemerintahan Jokowi-JK selama tiga tahun ini berdampak bagus bagi pasar modal. "Perkembangan pasar modal selama tiga tahun terakhir cukup baik. Di bawah pemerintahan Jokowi-JK, kita mendapat upgrade rating dari S&P, Moody's, dan Fitch yang membuat hal ini bagus untuk kondisi global secara keseluruhan," kata Samsul di Jakarta, Rabu (18/10).

Upgrade ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini dalam keadaan yang baik. Tatanan makro ekonomi pun semakin membaik sehingga ketiga lembaga rating ini meningkatkan peringkat utang Indonesia.

Peningkatan peringkat, menurut Samsul, bisa membuat datangnya uang asing ke Indonesia semakin bertambah. Akibatnya pergerakan ekonomi dan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin moncer.

Belum lagi proyek-proyek infrastruktur yang saat ini digalakkan pemerintah. Hal tersebut, menurutnya, bisa mendorong pergerakan ekonomi Tanah Air di masa depan menjadi luar biasa.

Meski begitu, aksi jual asing sepanjang tahun ini terus terjadi. Namun Samsul menilai hal itu merupakan sesuatu yang wajar. "Wajar saja itu terjadi. Asing bisa profit taking lalu masuk kembali ke saham-saham yang lain, atau mungkin mereka beralih dari saham ke obligasi," kata Samsul.

Walau membawa dampak baik bagi ekonomi Indonesia, bukan berarti pemerintah tak perlu lagi melakukan perbaikan bagi perekonomian Indonesia. Samsul bilang, pemerintah masih harus terus konsisten dalam menjalankan proyek infrastruktur untuk mempermudah mobilisasi di dalam negeri.

"Pemerintah juga harus memanfaatkan potensi demografi yang kita miliki. Jika pemerintah bisa semakin memoles Indonesia, maka saya rasa orang lain akan semakin tertarik pada negara kita," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×