kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.716   73,01   1,29%
  • KOMPAS100 739   11,51   1,58%
  • LQ45 560   6,77   1,22%
  • ISSI 199   2,31   1,18%
  • IDX30 317   3,07   0,98%
  • IDXHIDIV20 391   1,23   0,32%
  • IDX80 84   1,13   1,36%
  • IDXV30 107   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 102   0,62   0,61%

3 tahun Jokowi-JK berdampak positif ke pasar modal


Rabu, 18 Oktober 2017 / 20:24 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kini sudah sampai di tahun ketiga. Hasil kerja pasangan ini pun diapresiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran mampu membuat pasar modal makin berkembang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menilai, pemerintahan Jokowi-JK selama tiga tahun ini berdampak bagus bagi pasar modal. "Perkembangan pasar modal selama tiga tahun terakhir cukup baik. Di bawah pemerintahan Jokowi-JK, kita mendapat upgrade rating dari S&P, Moody's, dan Fitch yang membuat hal ini bagus untuk kondisi global secara keseluruhan," kata Samsul di Jakarta, Rabu (18/10).

Upgrade ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini dalam keadaan yang baik. Tatanan makro ekonomi pun semakin membaik sehingga ketiga lembaga rating ini meningkatkan peringkat utang Indonesia.

Peningkatan peringkat, menurut Samsul, bisa membuat datangnya uang asing ke Indonesia semakin bertambah. Akibatnya pergerakan ekonomi dan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin moncer.

Belum lagi proyek-proyek infrastruktur yang saat ini digalakkan pemerintah. Hal tersebut, menurutnya, bisa mendorong pergerakan ekonomi Tanah Air di masa depan menjadi luar biasa.

Meski begitu, aksi jual asing sepanjang tahun ini terus terjadi. Namun Samsul menilai hal itu merupakan sesuatu yang wajar. "Wajar saja itu terjadi. Asing bisa profit taking lalu masuk kembali ke saham-saham yang lain, atau mungkin mereka beralih dari saham ke obligasi," kata Samsul.

Walau membawa dampak baik bagi ekonomi Indonesia, bukan berarti pemerintah tak perlu lagi melakukan perbaikan bagi perekonomian Indonesia. Samsul bilang, pemerintah masih harus terus konsisten dalam menjalankan proyek infrastruktur untuk mempermudah mobilisasi di dalam negeri.

"Pemerintah juga harus memanfaatkan potensi demografi yang kita miliki. Jika pemerintah bisa semakin memoles Indonesia, maka saya rasa orang lain akan semakin tertarik pada negara kita," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×