kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.882   -7,00   -0,04%
  • IDX 9.033   84,28   0,94%
  • KOMPAS100 1.248   7,65   0,62%
  • LQ45 882   3,22   0,37%
  • ISSI 330   3,28   1,00%
  • IDX30 449   0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 529   -1,74   -0,33%
  • IDX80 139   0,91   0,66%
  • IDXV30 147   0,11   0,08%
  • IDXQ30 144   0,01   0,00%

2026 Perbankan Diprediksi Pulih, RHB Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham Bank Ini


Kamis, 15 Januari 2026 / 05:05 WIB
2026 Perbankan Diprediksi Pulih, RHB Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham Bank Ini
ILUSTRASI. 2026 Perbankan Diprediksi Pulih, RHB Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham Bank Ini


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. RHB Sekuritas memproyeksikan laba perbankan tumbuh 12% pada 2026 seiring penurunan biaya dana, perbaikan NIM, dan kualitas aset yang kian solid. Investor perlu mencermati sejumlah saham bank pilihan RHB Sekuritas berikut.

Momentum pemulihan industri perbankan nasional diperkirakan mulai terlihat pada 2026. Seiring dengan prospek tersebut, RHB Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor perbankan.

Setelah mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan sepanjang 2025, Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dan David Chong CFA memperkirakan laba perbankan akan kembali tumbuh positif pada akhir 2026. Proyeksi ini didorong oleh penurunan biaya dana serta ekspansi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang berlangsung secara bertahap.

“Untuk bank-bank dalam cakupan riset kami, laba tahun penuh 2026 diperkirakan tumbuh 12% secara tahunan, berbalik arah dari penurunan estimasi 3,2% pada tahun penuh 2025,” tulis Andrey dan David dalam riset yang dirilis Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Intip Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Rabu (14/1)

Adapun bank yang masuk dalam cakupan riset RHB Sekuritas meliputi Bank BJB (BJBR), Bank Central Asia (BBCA), CIMB Niaga (BNGA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Neo Commerce (BBYB), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Syariah Indonesia (BRIS), dan Bank Tabungan Negara (BBTN).

Penurunan biaya dana diproyeksikan terjadi seiring dengan kebijakan pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang dilakukan secara agresif pada 2025. Kondisi ini menjadi katalis utama bagi ekspansi NIM perbankan pada tahun berikutnya.

Selain itu, kualitas aset perbankan dinilai telah melewati titik terendah. Perbaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang berlangsung sejak 2024 hingga 2025 menjadi sinyal positif bagi kinerja industri perbankan secara keseluruhan.

Secara khusus, Andrey dan David menyoroti kualitas kredit investasi yang menunjukkan perbaikan signifikan. Hal ini didorong oleh pengetatan proses underwriting serta belanja modal korporasi yang lebih sehat, sehingga mampu mengimbangi perlambatan pada segmen kredit konsumsi.

Tonton: Barito Renewables (BREN) Temukan Potensi Panas Bumi 60 MW di Halmahera Utara

Dari sisi kinerja, pemulihan bertahap juga mulai terlihat dari capaian bulan November 2025. Pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) serta laba bersih ditopang oleh bank-bank turnaround dan saham dengan pertumbuhan selektif.

“BBTN menjadi salah satu bank yang mencatat pemulihan menonjol, dengan dukungan berkelanjutan dari BRIS dan BBCA,” ujar mereka.

Tekanan terhadap bank-bank besar (big banks) pun dinilai mulai mereda. Stabilitas neraca yang membaik, pertumbuhan kredit yang mulai pulih secara bulanan, serta dana pihak ketiga (DPK) yang tetap solid menjadi faktor pendukung utama.

Dari sisi valuasi, saham perbankan menengah dan bank turnaround dinilai memiliki potensi re-rating paling besar. Meski demikian, bank-bank besar tetap menawarkan karakter defensif dengan imbal hasil yang stabil, di mana BBCA tetap menjadi jangkar kualitas sektor ini.

Baca Juga: IHSG Ditutup Tembus Level 9.000, Ini Respon BEI

Dengan mayoritas saham perbankan masih diperdagangkan di bawah rata-rata historis nilai buku, sektor perbankan dinilai berada pada posisi yang atraktif untuk mean reversion, seiring penguatan momentum laba pada 2026.

Namun demikian, tantangan masih membayangi. Permintaan kredit yang relatif tertahan dinilai dapat membatasi perbaikan NIM, meskipun biaya dana telah mengalami penurunan. Beberapa bank mulai menerapkan strategi penetapan harga kredit yang lebih agresif, terutama di segmen korporasi berisiko rendah, guna mempertahankan dan memperluas pangsa pasar.

Atas dasar tersebut, RHB Sekuritas merekomendasikan overweight untuk sektor perbankan. Saham pilihan utama meliputi BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN dengan rekomendasi beli (buy) dan target harga masing-masing sebesar Rp 10.260, Rp 4.990, Rp 4.300, dan Rp 1.430.

Berebut Tahta Bisnis Teh, Gaet Gen Z Hingga Drama Djarum Akuisisi SariWangi

Selanjutnya: Ancaman PHK Masih Membayangi Indonesia di Tahun 2026 ini

Menarik Dibaca: 25 Ucapan Hari Dharma Samudera 2026, Diperingati Setiap 15 Januari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×