kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

20 Saham Kapitalisasi Kecil Pilihan RHB Sekuritas yang Diproyeksi Masih Positif


Rabu, 17 Mei 2023 / 18:36 WIB
20 Saham Kapitalisasi Kecil Pilihan RHB Sekuritas yang Diproyeksi Masih Positif
ILUSTRASI. Daftar top 20 Indonesia Small Cap Jewels 2022 yang diperkirakan menghasilkan keuntungan 20%.


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. RHB Sekuritas menyusun kembali daftar 20 emiten small caps yang menjadi pilihannya di tahun 2023. Dalam riset dijelaskan, RHB Top 20 Indonesia Small Cap Jewels 2023 ini edisi ke 13. 

"Kami menjalankan tradisi panjang kami untuk menjadi inisiatif jangka panjang," jelas Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya. RHB Sekuritas juga telah menyelesaikan proyek dengan melihat 20 perusahaan small cap yang memiliki tata kelola sesuai standar dan berkapitalisasi pasar sekitar US$ 500 juta. 

Perusahaan-perusahaan ini mencakup berbagai industri termasuk bahan bangunan, logistik pengiriman, properti, dan konsumen (terkait dengan tembakau, kesehatan, dan sektor otomotif). "Last but not least, kami memasukkan beberapa perusahaan di pertambangan dan industri energi, yang masih memiliki fundamental yang kuat dengan pertumbuhan pendapatan yang stabil dari topline turnaround," ujar Andrey dalam riset. 

Baca Juga: Saham Adaro Energy (ADRO) Lanjut Turun pada Rabu (17/5), Apa Penyebab Utamanya?

RHB Sekuritas yakin kinerja emiten kapitalisasi kecil akan didukung lebih lanjut pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung. Bahkan harapannya, kinerja saham emiten berkapitalisasi kecil akan mengungguli IHSG secara keseluruhan dalam 12 bulan ke depan.

Pada tahun lalu, daftar top 20 Indonesia Small Cap Jewels 2022 yang dibuat oleh RHB Sekuritas menghasilkan keuntungan keseluruhan 20%. Angka ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan IHSG yang naik 4,1%.

Andrey menjelaskan, pada tahun lalu, pandemi Covid-19 mereda dan kondisi ekonomi mulai pulih. Hal ini membuat aliran dana asing bersih mencapai Rp 60,5 triliun di tahun 2022. 

Di lain sisi, masih ada bayang-bayang risiko tambahan dari ketegangan geopolitik yang belum terselesaikan sehingga semakin mengguncang prospek ekonomi makro global. Belum lagi ada risiko resesi yang menjulang di pasar negara maju memperburuk perdebatan plafon utang AS. 

Dan, OPEC memutuskan untuk mengurangi hasil produksinya pada awal tahun 2023. Efeknya harga minyak mengalami goncangan. Namun, pasar kembali mendapat kesadaran karena pasokan minyak telah meningkatkan dan masih adanya kekhawatiran resesi ekonomi maju. 

Di tahun ini, Andrey menyebut, jika ada secercah harapan masih ada karena aktivitas ekonomi mulai normal karena berakhirnya kebijakan nol-COVID. Selain itu, masih ada berbagai insentif pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor properti domestik negara-negara Asia Timur yang hampir mati. 

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham yang Menarik dari RHB Sekuritas untuk Hari Ini (17/5)

Di lain sisi, harga benchmark logam dasar juga bergerak masih masih hati-hati. Sementara tren dollar AS mulai melemah dan harga emas naik. Kondisi ini seolah menegaskan bahwa sentimen support dari belahan dunia lain masih sulit terwujud meski perlahan. Terlepas dari semua teka-teki ini, ekonomi Indonesia secara keseluruhan masih mempertahankan diri pada guncangan eksternal. 

Data perdagangan masih kuat terlihat dari nilai ekspor secara nominal masih lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Belanja konsumen juga meningkat. IMF memperkirakan, pertumbuhan PDB Indonesia di 2023 akan 5% secara tahunan. 

Dalam kondisi, Andrey berpendapat, ada beberapa emiten yang akan mendapat keuntungan. Salah satunya adalah emiten yang memiliki lini bisnis di bidang energi bersih. Sebab saat ini, terjadi percepatan penggunaan energi bersih. Hal ini akan menguntungkan bagi para produsen energi terbarukan seperti PT Kencana Energi Lestari Tbk dan PT Arkora Hydro Tbk. 

Selain itu, RHB juga memilih saham yang berbasis ESG dengan tema investasi menjadi syarat untuk aspek tertentu, yaitu hasil hutan dan pelestariannya. Untuk itu, RHB Sekuritas memilih saham PT Integra Indocabinet Tbk dan PT Sumalindo Lestari Tbk. Emiten tersebut memberikan pemahaman kepada publik terhadap bisnis hijau. 

Saham emiten berkapitalisasi kecil lain yang dinilai akan mendapat keuntungan di tahun ini adalah PT Dharma Polimetal Tbk dan PT Autopedia Sukses Tbk. Kedua emiten pemasok suku cadang dan penjual mobil ini akan mendapat sentimen positif karena peningkatan permintaan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. 

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham BBNI, ADRO, BRPT, dan MARK dari RHB Sekuritas, Kamis (11/5)

Kondisi ekonomi yang mulai membaik juga membuat segmen yang berhubungan ketahanan ekonomi domestik seperti jasa eksplorasi migas seperti PT Elnusa Tbk akan diuntungkan. Menurut Andrey pilihan lain dari membaiknya ekonomi domestik adalah PT Wismilak Inti Makmur Tbk. WIIM akan diuntungkan karena daya beli tembakau masih tinggi. 

Efek perbaikan daya beli juga akan menguntungkan saham perunggasan PT Malindo Feedmill Tbk. Sedangkan di bidang kesehatan yang menurut RHB Sekuritas menarik adalah saham PT Jayamas Medika Tbk, PT Prodia Widyahusada Tbk dan PT Victoria Care Indonesia Tbk. 

Pada segmen properti dan konstruksi, RHB memilih saham PT Nusa Raya Cipta Tbk, PT Intiland Development Tbk, PT Surya Semesta Internusa Tbk. Sementara untuk bahan bangunan RHB memilih PT Arwana Citramulia Tbk dan PT Semen Baturaja Tbk. 

Berikutnya, RHB memilih saham PT RMK Energy Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dan logistik. Saham ini menarik karena meningkatnya kegiatan industri, energi lebih stabil maka 
diperlukan untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik. Apalagi, pemerintah telah memutuskan untuk meningkatkan produksi batubara nasional sementara
pengembangan sumber energi terbarukan tetap berjalan. 

Di satu sisi, permintaan logistik untuk menyalurkan energi yang dibutuhkan juga terus bertumbuh. Untuk itu, RHB menyarankan saham IMC Pelita Logistik di pengiriman. Terakhir, di tengah ketidakpastian berkepanjangan yang masih menyelimuti perekonomian global telah maka tren kenaikan emas mulai melonjak bahkan telah mencapai rekor. "Itulah sebabnya kami kemudian memasukkan PT Wilton Makmur Tbk untuk penambangan emas," terang dia. 

Dari 20 emiten yang masuk dalam 20 Jewels Top Small Cap Companies hanya ada lima saham diberi rekomendasi beli oleh RHB Sekuritas. Meski demikian, fair value dari 20 saham small cap tersebut masih lebih tinggi dari harga saat ini. Sehingga masih ada peluang kenaikan harga sampai di target fair value yang ditetapkan oleh RHB Sekuritas.  

Baca Juga: Lima Waran Terstruktur RHB Akan Jatuh Tempo, Siap-Siap Jual Rugi

Lebih rinci rekomendasi saham RHB Sekuritas sebagai berikut: 

1. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 800 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 645 per saham. 
2. PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) diberi rating buy dengan fair value di Rp 1.370 per saham. Rabu (17/5), saham ARNA ditutup di Rp 910.
3. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 120 per saham. Rabu (17/5) saham ASLC ditutup di Rp 110 per saham. 
4. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 1.200 per saham. Rabu (17/5) saham DRMA ditutup di Rp 1.000 per saham. 
5. PT Elnusa Tbk (ELSA) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 400 per saham. Rabu (17/5) saham ELSA ditutup di Rp 314 per saham. 
6. PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) diberi rating beli dengan harga fair value Rp 800 per saham. Rabu (17/5) saham PSSI ditutup di Rp 700 per saham. 
7. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 600 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 408 per saham. 
8. PT Intiland Development Tbk (DILD) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 296 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 189 per saham. 
9. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 250 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 198 per saham. 
10. PT Kencana Energi Tbk (KEEN) diberi rating buy dengan harga fair value Rp 1.380 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 720 per saham. 
11. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 497 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 408 per saham. 
12. PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 425 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 320 per saham. 
13. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) diberi rating buy dengan harga fair value Rp 6.500 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 5.500 per saham. 
14. PT RMK Energy Tbk (RMKE) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 1.300 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 880 per saham. 
15. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 450 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 362 per saham.
16. PT Sumalindo Lestari Tbk (SULI) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 328 per saham. Rabu (17/5) saham ARKO ditutup di Rp 125 per saham.  
17. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) diberi rating buy dengan harga fair value Rp 680 per saham. Rabu (17/5) saham SSIA ditutup di Rp 408 per saham.
18. PT Victor Care Indonesia Tbk (VICI) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 600 per saham. Rabu (17/5) saham VICI ditutup di Rp 500 per saham. 
19. PT Wilton Makmur Tbk (SQMI) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 90 per saham. Rabu (17/5) saham SQMI ditutup di Rp 61 per saham. 
20. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) diberi rating not rated dengan harga fair value Rp 1.435 per saham. Rabu (17/5) saham WIIM ditutup di Rp 1.145 per saham. 

Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini Saat IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×