kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Menjelang lelang SUN, volume transaksi obligasi turun 30,2%


Selasa, 10 Januari 2012 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Corona di Korea Selatan. REUTERS/Kim Hong-Ji


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menjelang lelang Surat Utang Negara (SUN) yang rencananya akan dilaksanakan hari ini (10/1), pasar sekunder obligasi baik itu obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi semakin bertambah sepi. Data dari Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE), aktivitas transaksi perdagangan obligasi di pasar sekunder, Senin (9/1), mencatat penurunan volume transaksi sebanyak 30,2% di banding hari sebelumnya. Walaupun di periode yang sama, frekuensi perdagangan naik tipis 3,3%.

Corporate secretary Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Tumpal Sihombing menjelaskan, FR0058 merupakan seri obligasi pemerintah yang teraktif dengan volume sebanyak Rp 617miliar dan ditransaksikan sebanyak 43 kali. Sedangkan Obligasi I Bank Danamon Tahun 2007 Seri B (BDMN01B) mejadi seri teraktif dari obligasi korporasi dengan volume Rp 68miliar dan ditransaksikan 11 kali.

Tumpal melihat, sepinya volume transaksi disamping dalam rangka menunggu lelang SUN, juga dipengaruhi sentimen negatif dari Uni Eropa. Di antaranya adalah tingkat produksi Jerman yang mencatatkan penurunan. "Hal ini memberikan sinyal bahwa pertumbuhan di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu mulai terhambat," ungkap Tumpal.

Di saat yang sama, pasar juga masih menantikan (wait and see) hasil pertemuan pertemuan antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy di Berlin, Senin (9/1) kemarin. Keduanya juga mempertimbangkan meningkatkan tambahan modal untuk dana talangan tahun ini guna mengatasi krisis utang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×