: WIB    --   
indikator  I  

Yuk, berinvestasi di reksadana pasar uang

Yuk, berinvestasi di reksadana pasar uang

JAKARTA. Reksadana pasar uang menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik untuk dipilih. Pasalnya, jenis reksadana ini memiliki tingkat risiko yang minim dan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan deposito. Selain itu, reksadana ini juga menjadi pilihan tepat bagi para investor yang ingin menyisihkan dananya guna menjaga likuiditas.

Edbert Suryajaya, Head of Research & Consulting Services Infovesta Utama bilang, reksadana pasar uang bisa dikatakan sebagai pengganti deposito. "Jadi intinya sebagai penjaga likuiditas, karena uangnya tidak boleh dipakai semua," ujarnya kepada KONTAN beberapa waktu yang lalu. Hal inilah yang membuat instrumen reksadana pasar uang menjadi salah satu alternatif penempatan dana yang disisihkan tadi.

Dia menambahkan, reksadana pasar uang cocok bagi investor ritel maupun institusi yang ingin melakukan penempatan dana sementara. Namun,kata dia, investor institusi harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah bunga deposito yang didapat lebih kecil daripada reksadana pasar uang.

"Hal ini saya sampaikan dengan pertimbangan, institusi tidak mendapat counter rate (bunga standar yang berlaku), seharusnya dapat special rate," imbuhnya.

Melalui reksadana pasar uang, investor ritel bisa melakukan investasi dengan biaya yang terjangkau, Beberapa perusahaan manajemen investasi pun, ada yang menawarkan biaya minimum investasi Rp 100.000. Dengan imbal hasil yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan deposito, reksadana pasar uang tentu akan diminati, Apalagi, risiko investasinya pun sangat minim.

"Reksadana pasar uang memang nilai tambahnya karena bisa memberikan imbal hasil di atas deposito," kata Edbert. Dia memprediksi sampai akhir tahun nanti keinerja reksadana pasar uang ada di level 5% hingga 6%. 


Reporter Klaudia Molasiarani
Editor Yudho Winarto

INVESTASI REKSADANA

Feedback   ↑ x
Close [X]