kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Wall Street dapat sokongan dari komoditas dan PDB


Rabu, 23 Desember 2015 / 05:35 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS kembali melaju pada transaksi perdagangan kemarin (22/12). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 melesat 0,9% menjadi 2.038,97.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average melaju 1% menjadi 17.417,27. Adapun indeks Nasdaq Composite naik 0,7%. Volume transaksi perdagangan hari ini melibatkan 6,4 miliar saham atau 12% di bawah transaksi rata-rata tiga bulanan.

Kenaikan bursa AS pada transaksi kemarin seiring dengan lompatan harga komoditas. Asal tahu saja, sektor yang paling terpuruk tahun ini -energi dan bahan baku- kemarin memimpin kenaikan di antara sektor-sektor lainnya.

Sejumlah saham yang turut mempengaruhi pergerakan bursa AS antara lain: Caterpillar Inc yang mencatatkan kenaikan tertingginya dalam dua bulan terakhir, Wal-Mart Stores Inc naik 1,7%, dan Chipte Mexican Grill yang mengalami penurunan.

Selain itu, bursa AS juga disokong oleh data anggaran belanja konsumen yang positif. Data yang dirilis hari ini juga menunjukkan, ekonomi AS tumbuh 2% pada kuartal III. Kenaikan ekonomi disokong oleh tingginya anggaran belanja konsumen.

"Mayoritas data sudah dirilis pada tahun ini, dan kita akan melihat adanya penurunan volume transaksi. Data PDB akan memberikan kita gambaran yang sama bahwa konsumer berada di posisi yang masuk akal dan tingkat ekspor masih akan tertekan," jelas Michael Arone, chief investment strategist State Street Global Advisor's US Intermediary Business.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×