| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.377
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS606.004 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Upgrade status Indonesia, Morgan Stanley mengalirkan angin segar

Selasa, 05 Juni 2018 / 21:29 WIB

Upgrade status Indonesia, Morgan Stanley mengalirkan angin segar
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinaikkannya status pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley dari underweight menjadi equalweight memberikan angin segar bagi pasar modal Tanah Air. Mengingat, dalam beberapa bulan terakhir pasar terus bergejolak.

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia Taye Shim mengungkapkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini melanjutkan pemulihan. "Jadi kami yakin pasar yang sebelumnya tertekan, karena penilaian (Morgan Stanley) jadi agak melegakan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (5/6).

Selain itu, Taye juga memandang valuasi pasar Tanah Air saat ini sudah menjadi lebih murah dibandingkan sebelumnya. Meskipun, dia masih ragu untuk mengatakan bahwa pasar sebenarnya tidak dalam kondisi yang benar-benar murah.

Mirae Asset Sekuritas juga memandang, untuk pertumbuhan konsumsi dan pertumbuhan pendapatan di Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan 1-2 tahun sebelumnya. Itu terbukti dengan dari angka pertumbuhan ekonomi.

Namun, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) baru-baru ini sebesar 50 bps selama dua kali berturut-turut, mungkin bisa mengancam pemulihan ekonomi. "Inflasi yang lemah akan mengarah ke kekhawatiran bahwa pendapatan dan konsumsi tidak pulih secepat yang kami harapkan," tandasnya.

Sebagai informasi, hari ini (5/6) Morgan Stanley meng-upgrade status saham Tanah Air menjadi equalweight dari sebelumnya underweight. Kondisi tersebut, sekaligus menjadikan posisi pasar modal Indonesia berada di atas Selandia Baru.

Menurut catatan yang ditulis analis Morgan Stanley Pankaj Mataney, naiknya status menjadi equalweight karena Indonesia saat ini dipandang sebagai salah satu pasar termurah. "Kekhawatiran tentang konsumsi Indonesia dan pertumbuhan pendapatan yang lambat, tampaknya bisa dimaklumi," ungkap Mataney.


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Wahyu Rahmawati

BURSA EFEK / BURSA SAHAM

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0130 || diagnostic_api_kanan = 0.1128 || diagnostic_web = 1.0146

Close [X]
×