kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sukuk Ritel 009 kurang diminati pembeli

Selasa, 21 Maret 2017 / 13:07 WIB

Sukuk Ritel 009 kurang diminati pembeli

JAKARTA. Animo masyarakat terhadap penawaran sukuk ritel alias sukri SR-009 tak setinggi seri-seri sebelumnya. Alhasil, pemerintah cuma menerbitkan sukri seri terbaru ini senilai Rp 14,04 triliun.

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai penerbitan SR-008 yang mencapai Rp 31,50 triliun. Juga SR-007 Rp 21,96 triliun.

Toh, Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, angka penjualan SR-009 tersebut masih sejalan dengan target indikatif. "Pemerintah memang menurunkan target," katanya kepada KONTAN, Senin (20/3). Kuota SR-009 yang diberikan ke agen penjual hanya Rp 14,9 triliun.

Menurut Suminto, pemerintah lebih mengutamakan peningkatan kualitas sukuk ritel ketimbang kuantitas. Dan, tujuan ini tercapai. Buktinya, rata-rata pembelian per investor turun cukup tajam, dari Rp 650 juta pada SR-008 jadi Rp 457 juta di SR-009.

Beben Feri Wibowo, Senior Research Analyst Pasar Dana, berpendapat, penerbitan SR-009 yang rendah lantaran kuponnya jauh dari ekspektasi pasar. Pemerintah hanya menawarkan kupon 6,9%. Bandingkan dengan kupon SR-008 yang mencapai 8,3%. "Rendahnya kupon ini membuat daya saing sukri seri ini lemah ketimbang instrumen pendapatan tetap lain," ujarnya.

Sukri SR-009 kalah menarik dibandingkan dengan obligasi korporasi yang ramai terbit di kuartal pertama tahun ini. Ambil contoh, Obligasi Berkelanjutan II Waskita Karya Tahap III Tahun 2017 dengan kupon 8,5% untuk tenor tiga tahun dan 9% untuk yang jatuh tempo lima tahun.

Agen penjual juga mengakui, kupon SR-009 tak sesuai ekspektasi pasar. Meski begitu, penjualannya tetap mencapai target. Tapi, target yang sudah direvisi. Direktur Distribution & Service Bank Syariah Mandiri (BSM) bilang, sebelumnya BSM menargetkan bisa menjual SR-009 sebesar Rp 750 miliar, namun diubah menjadi Rp 500 miliar. "Kita koreksi targetnya dan tercapai 100%," katanya.

Agen penjual lainnya Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) mengklaim bisa menjual sukri SR-009 melebihi target. Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, pemesanan SR-009 mencapai Rp 2,4 triliun, di atas target Rp 2,1 triliun. "Kuota juga sudah upsize, dari sebelumnya Rp 1,42 triliun menjadi Rp 2,1 triliun," ungkap Jahja.


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan, Umi Kulsum
Editor: Rizki Caturini
Berita terbaru Investasi

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
26 March 2018 - 27 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]