kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Semester I, tembaga menuju US$ 4.800


Senin, 16 Mei 2016 / 19:23 WIB
Semester I, tembaga menuju US$ 4.800


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Harga komoditas tembaga menyasar level US$ 4.800 per metrik ton hingga paruh pertama tahun 2016.

Mengutip Bloomberg, Senin (16/5) pukul 10.22 WIB, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange merosot 0,7% dibandingkan akhir pekan lalu menjadi US$ 4.596 per metrik ton. Sepekan, harga tembaga tergerus 1,92%.

Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoint Futures memproyeksikan, hingga akhir semester I 2016, harga tembaga berpotensi menguat ke level US$ 4.800 per metrik ton.

Dengan catatan, membaiknya perekonomian China serta tidak ada sinyal kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed.

China merupakan produsen sekaligus pengguna komoditas terbesar di dunia. Jika negeri tersebut berbalut tren bullish, harga tembaga juga bakal menanjak. Sementara The Fed berencana menaikkan suku bunga sebanyak dua kali sepanjang tahun 2016. Saat ini, suku bunga acuan AS berada pada level 0,25% - 0,5%.

Namun, sebaliknya, jika petunjuk rencana kenaikan suku bunga The Fed menguat diiringi dengan masih melambatnya perekonomian China, harga tembaga berpeluang tergerus. "Bisa mendekati level US$ 4.500-an per metrik ton," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×