kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Rupiah keok di level terlemah dalam enam pekan


Senin, 27 Februari 2012 / 10:25 WIB
ILUSTRASI. Cara mengenali Covid-19 telah menyerang bagian mata


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rupiah tumbang ke level terlemah dalam enam pekan. Mata uang keok, lantaran pasar khawatir rencana pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar akan memicu kenaikan inflasi. Harga obligasi pemerintah pun melemah.

Nilai tukar rupiah melemah 0,2% ke level Rp 9.135 per dollar AS pada pukul 9.39 di Jakarta. Di awal perdagangan, rupiah bahkan sempat menyentuh Rp 9.179 per dollar AS. Ini level terlemahnya sejak 18 Januari.

Harga obligasi jatuh, yang tercermin dari yield obligasi pemerintah seri benchmark bertenor 10 tahun yang naik tujuh basis poin ke 5,56%. Ini level tertnggi dalam satu bulan terakhir.

Pasar saham pun lanjut koreksi untuk hari yang keempat. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu (24/2), asing tercatat menjual aset di saham domestik sebesar US$ 99 juta.

Kecemasan pasar terhadap inflasi mulai mencuat, setelah pada 23 Februari lalu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, inflasi mungkin bisa melebihi target maksimal bank sentral yaitu 5,5% di tahun ini, jika harga BBM dinaikkan Rp 1.000 rupiah per liter atau lebih.

Saktiandi Supaat, kepala riset valas di Malayan Banking Bhd. menilai, ada sedikit kekhawatiran terkait kebijakan bahan bakar, dan bagaimana itu akan mempengaruhi inflasi. "Namun, pelemahan rupiah mungkin akan terbatas, karena Bank Indonesia mungkin melakukan intervensi. Mereka tidak nyaman tajam dengan pergerakan yang tajam pada mata uang," ujarnya, di Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×