kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Penurunan saham Apple bikin Wall Street meriang


Kamis, 10 Desember 2015 / 05:35 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS ditutup memerah lagi pada transaksi tadi malam (9/12). Dengan demikian, sudah tiga hari terakhir Wall Street berakhir negatif.

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 tergerus 0,8% menjadi 2.047,62. Padahal, pada transaksi sebelumnya, indeks S&P 500 sempat naik 0,8%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4% menjadi 17.492,30. Sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 1,5%, tertekan oleh saham Costco dan Apple.

Pasar saham AS tertekan di tengah kecemasan pelaku pasar mengenai perlambatan ekonomi global. Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Salah satu di antaranya saham Apple Inc yang anjlok 2,2% atau merupakan penurunan terbesar dalam tiga pekan terakhir.

Selain itu, ada saham Costco Wholesale Corp yang merosot 5,4% setelah melaporkan kinerja yang mengecewakan.

Di sisi lain, sektor bahan baku melejit dipimpin oleh kenaikan saham Dow Chemical Co dan DuPont Co dengan kenaikan masing-masing setidaknya 11%.

Secara sektoral, tujuh dari sepuluh sektor yang terhimpun dalam indeks S&P 500 berakhir negatif. Sektor teknologi dan barang konsumen mencatatkan penurunan terbesar masing-masing melampaui 1,2%.

"Pasar secara umum tampaknya mengikuti pergerakan komoditas, khususnya minyak. Saat komoditas kembali mengarah ke teritori negatif, market mengekor," jelas Walter Todd, chief investment officer Freenwood Capital Associates di South Carolina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×