INVESTASI
Berita
Pendapatan dan laba bersih MNCN menanjak

KINERJA MNCN

Pendapatan dan laba bersih MNCN menanjak


Telah dibaca sebanyak 1569 kali
Pendapatan dan laba bersih MNCN menanjak

JAKARTA. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencatatkan pertumbuhan pendapatan 13% di sepanjang tahun lalu. Pendapatan grup milik Hary Tanoesoedibjo ini mencapai Rp 6,09 triliun, naik dari Rp 5,39 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Grup dan CEO MNCN Hary Tanoe menyatakan, pendongkrak pendapatan itu adalah pendapatan iklan yang menyumbang 21% dari total pendapatan. "Itu refleksi dari kenaikan rate card di tiga stasiun TV, khususnya MNC TV, yang telah melakukan perubahan format acara dengan fokus tayangan sinetron di saat prime time," tutur Hary dalam keterangannya, Senin (21/1).

Hary menambahkan, pendapatan dari bisnis konten juga mengalami pertumbuhan sebesar 42% menjadi Rp 132 miliar. Sektor ini terutama disumbang oleh pendapatan 16 channel yang ditayangkan di Indovision.

Sementara, EBITDA inti MNCN tumbuh 32% menjadi Rp 2,36 triliun. Marjin EBITDA bertambah menjadi 39%, dari 33% di periode tahun 2011. Adapun total konsolidasi EBITA juga tumbuh 38% dengan marjin yang meningkat dari 35% menjadi 42%.

Hary juga menuturkan, laba bersih MNCN meningkat sebesar 51% menjadi Rp 1,61 triliun dari Rp 1,07 triliun di 2011. "Dengan itu, earning per share juga naik menjadi Rp 116 dari Rp 80 di tahun sebelumnya," tambah Hary.

Telah dibaca sebanyak 1569 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Bisnis properti tiarap dulu

    +

    Industri properti menyambut 2014 dengan pesimistis.

    Baca lebih detail..

  • Mobil baru bermunculan kendati pasar stagnan

    +

    Pelemahan ekonomi membuat pasar otomotif tak melaju cepat.

    Baca lebih detail..