kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Manulife-TICMI kembangkan SDM pasar modal syariah


Selasa, 04 Oktober 2016 / 11:56 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Demi mengimbangi pertumbuhan jumlah investor syariah, The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) dan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) bekerjasama dalam program beasiswa pendidikan sertifikasi keahlian pasar modal.

"Industri Pasar Modal Indonesia membutuhkan adanya penguatan jumlah dan kualitas di bidang SDM yang memiliki kompetensi dan kualifikasi syariah pasar modal," kata Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro di Gedung BEI Jakarta (4/10).

Asal tahu saja, hingga saat ini, jumlah investor pasar modal syariah mencapai 8.580 investor. Sebelumnya, pada 2013, 2014, dan 2015 jumlah investor pasar modal syariah mencapai 803 investor, 2.705 investor dan 4.908 investor.

Adapun jumlah efek syariah yang diperdagangkan di BEI sebanyak 311 saham syariah, 44 seri sukuk korporasi, 26 seri sukuk negara syariah dan 1 ETF syariah.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mencatat, dalam periode lima tahun terakhir, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tumbuh 43%. Pencapaian ini lebih besar ketimbang IHSG yang mencatat pertumbuhan 39% dalam periode yang sama. Secara year to date, ISSI pun tumbuh 20%.

"Pertumbuhan ini tinggi dibandingkan dengan indeks asing," ujar Samsul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×