: WIB    —   
indikator  I  

Lanjutan efek rupiah

Lanjutan efek rupiah

JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih volatil. Kemarin, IHSG anjlok 1,11% ke level 4.241,30. Pergerakan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia, tercermin dari indeks MSCI Asia Pasifik yang , turun 1,3% ke level 140.

Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG terkoreksi karena nilai tukar rupiah yang tidak kunjung menguat. Investor juga berspekulasi bahwa Bank Indonesia akan menaikkan BI rate bulan ini. "Investor cenderung berhati-hati," kata Lanjar.

Lanjar memprediksi, gerak IHSG, hari ini, akan dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi seperti PDB Eropa serta data ADP employment change dan neraca perdagangan AS.

Analis Trust Securities, Yusuf Nugraha menilai, kurs rupiah yang melemah masih membayangi pergerakan IHSG. Data neraca perdagangan yang surplus di bulan Oktober 2013 sulit mengangkat IHSG. Maklum, neraca perdagangan akumulasi sejak Januari - Oktober 2013 masih defisit.

Yusuf memprediksi, IHSG akan melemah terbatas pada level 4.240-4.280, hari ini. Lanjar menduga, IHSG akan turun di kisaran 4.206-4.259. Lanjar bilang, investor perlu memperhatikan saham-saham ADRO, HRUM, CPIN, BBTN, INTA dan HEXA.


Reporter Sofyan Nur Hidayat
Editor Wahyu Tri Rahmawati

Proyeksi IHSG

Feedback   ↑ x
Close [X]