kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.859   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

IHSG terpuruk hampir 1% pasca rilis data BPS


Selasa, 18 Agustus 2015 / 12:17 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk di rehat pertama perdagangan Selasa (18/8). Pasca rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukan penurunan transaksi perdagangan dan pasar pun tengah menanti keputusan soal suku bunga acuan (BI rate).

Data RTI menunjukkan indeks terkoreksi dalam 0,93% atau 42,65 poin ke level 4.542,73 pukul 12.00 WIB. Tercatat, 185 saham bergerak turun, 58 saham bergerak naik, dan 60 saham stagnan. 

Perdagangan di sesi pertama ini melibatkan 2,2 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2 triliun. Secara sektoral, sembilan dari 10 indeks sektoral memerah. 

Indeks sektoral aneka industri memimpin pelemahan yakni turun 3,18% dan diikuti basic industry turun 2,20% serta agriculture turun 2,17%. Sedangkan, infrastructure satu-satunya indeks sektoral yang menghijau atau naik 0,15%. 

Aksi jual asing pun masih membayangi perdagangan sesi pertama ini di mana tercatat sebesar Rp 905,1 miliar. Sedangkan aksi beli asing sebesar Rp 604,6 miliar.

Asal tahu saja, BPS kembali mencatat penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor selama Agustus kemarin. Ekspor tercatat menurun sebesar -19,23% (yoy), sementara impor menurun sebesar -28,44% (yoy) dengan total neraca perdagangan Agustus mengalami surplus US$ 1,33 miliar. 

Terus berlanjutnya penurunan transaksi perdagangan luar negeri mencerminkan berkurangnya aktifitas perekonomian nasional. Dengan kata lain secara fundamental ekonomi kurang kondusif. 

Di sisi lain, pasar pun tengah menanti keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) atas suku bunga acuan (BI rate). Diperkirakan BI akan tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×