Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak mentah jenis Brent melesat dan kembali ke level US$ 68 per barel pada perdagangan hari ini. Keperkasaan harga minyak didukung oleh gangguan pada ekspor Libya dan ekspektasi penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, peningkatan kasus virus corona di Asia membatasi kenaikan.
Libya mengumumkan keadaan kahar pada ekspor dari pelabuhan Hariga dan mengatakan pihaknya dapat memperluas tindakan itu ke fasilitas lain, dengan alasan sengketa anggaran. Pelabuhan Hariga dijadwalkan memuat sekitar 180.000 barel per hari (bpd) pada bulan April.
Selasa (20/4) pukul 17.15 WIB, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Juni 2021 naik 64 sen, atau 1% menjadi US$ 67,69 per barel, setelah mencapai level tertinggi sejak 18 Maret di US$ 68,08 per barel.
Serupa, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei 2021 naik 60 sen, atau 1% ke level US$ 63,98 per barel.
"Pembelian lanjutan mendorong harga naik lebih lanjut," kata Tamas Varga dari oil broker PVM. "Tetapi potensi kenaikan langsung dapat dibatasi oleh pergerakan tanpa henti yang lebih tinggi dalam tingkat infeksi virus corona."
Kasus virus corona di seluruh dunia telah melebihi 141,7 juta dan lonjakan infeksi di India, importir minyak terbesar ketiga di dunia, telah mengurangi optimisme untuk pemulihan permintaan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Harga minyak melonjak 1% ke level tertinggi lebih dari sebulan selepas tengah hari
Di tempat lain di Asia, Filipina sedang mengalami gelombang infeksi kedua. Hong Kong akan menangguhkan penerbangan dari India, Pakistan, dan Filipina mulai 20 April selama dua minggu.
Sebelumnya, penguatan harga minyak didukung oleh dolar AS yang lemah. Ini membuat minyak lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
"Kelemahan dolar AS terus menawarkan dukungan untuk sejumlah komoditas," kata ING Economics dalam sebuah laporan.
Brent telah pulih dari posisi terendah bersejarah yang dicapai tahun lalu, dibantu oleh beberapa pemulihan permintaan dan pengurangan produksi besar-besaran oleh OPEC+.
Fokus harga minyak nanti adalah laporan American Petroleum Institute (API) tentang pasokan AS. Stok minyak mentah AS diperkirakan turun 2,9 juta barel pada pekan lalu.
Selanjutnya: IHSG turun ke 6.038 pada Selasa (20/4), net sell asing Rp 108 miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













