kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Harga gas alam menghangat di musim dingin

Jumat, 12 Januari 2018 / 17:11 WIB

Harga gas alam menghangat di musim dingin
ILUSTRASI. Petugas Berada di Cash Center Bank BNI

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gas alam semakin menghangat. Musim dingin ekstrem di Amerika Serikat mendongkrak permintaan gas alam untuk bahan bakar penghangat, sehingga menggerus persediaan.

Mengutip Bloomberg, Jumat (12/1) pukul 15.29 WIB, harga gas alam kontrak pengiriman Februari di New York Mercantile Exchange naik 0,75% dibandingkan hari sebelumnya menjadi US$ 3,11 per mmbtu.

Kenaikan ini merespon rilis data Energy Information Administration (EIA) pada Kamis (11/1). Dalam sepekan yang berakhir 5 Januari, stok gas alam turun 359 miliar kaki kubik menjadi 2,767 triliun kaki kubik. Musim dingin di Amerika Serikat yang sangat ekstrem masih berlanjut, sehingga mendongkrak permintaan.

Research & Analyst Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto menyatakan, tak hanya dari Amerika Serikat, namun sentimen dari China juga ikut menyulut harga gas alam.

"Konsumsi AS naik karena cuaca dingin berkepanjangan, dan karena laporan impor gas alam China pada Desember naik 20%," jelas Andri, Jumat (12/1).

Data General Administration of Custom menunjukkan, impor gas alam cair (LNG) China per Desember naik 20% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 7,89 juta ton. Sedangkan sepanjang tahun 2017, impor LNG naik 27% mencapai rekor 68,57 juta ton.

Meski demikian, Andri melihat, harga gas alam akan terkoreksi dalam jangka menengah. Pasalnya sentimen penggerak komoditas ini hanya berasal dari kebutuhan sektor rumah tangga selama musim dingin. Namun, jika China terus menerapkan kebijakan polusi rendah dan mengalihkan sumber tenaga ke gas alam, maka terdapat peluang reli harga lagi.

"Kalau bauran komoditas energi untuk industri mulai berubah, misal China karena kebijakan lingkungan jadi meningkatkan impor gas, maka bisa jadi tambahan katalis selain sentimen cuaca," jelas Andri.

Menurut Andri, secara teknikal, harga gas alam masih berpeluang naik pada pekan depan. Hal ini terlihat dari sinyal buy pada indikator moving average (MA) 50, MA 100 dan MA 200, Relative Strenght Index di level 63 dan indikator moving average convergence divergence (MACD). Hanya indikator stochastic yang memberi sinyal netral.

"Teknikal masih kuat, tapi tetap ada potensi koreksi, karena harga sudah meningkat terlalu tinggi," katanya.

Perkiraan Andri, Senin (15/1), harga gas alam berkisar US$ 3,09-US$ 3,16 per mmbtu, sedangkan sepekan bergerak antara US$ 3,17-US$ 3,18 per mmbtu.

 


Reporter Tane Hadiyantono
Editor : Dupla Kartini

GAS ALAM

Berita terbaru Investasi

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]