kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Gas alam belum akan keluar dari zona bearish


Selasa, 13 Agustus 2013 / 07:52 WIB
ILUSTRASI. Promo Hypermart Hyper Diskon Weekday 15-17 Maret 2022.


Reporter: Cindy Silviana Sukma, Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Harga gas alam mengalami penguatan teknikal setelah sebelumnya terkoreksi hingga level terendahnya di tahun ini. Harga komoditas ini tertekan lantaran persediaan diprediksi akan terus bertambah seiring permintaan yang melandai.

Harga gas alam untuk pengiriman September 2013 di Bursa Nymex, Senin (12/8) naik 2,38% menjadi US$ 3,23 per million british thermal units (mmbtu)  dibandingkan sehari sebelumnya. Namun dalam sebulan, harga gas alam masih relatif tertekan dengan mencatatkan koreksi sebesar 9,25%.

Commodity Weather Group LLC memperkirakan, temperatur cuaca kemungkinan akan normal ataupun lebih dingin di sebagian besar negara bagian AS hingga pekan depan. Ini meningkatkan spekulasi permintaan gas alam sebagai bahan bakar pendingin ruangan akan berkurang. Adapun, Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan, cadangan gas alam melonjak 96 miliar kubik kaki, menjadi 2,941 triliun kaki kubik pada awal bulan ini.

Ariana Nur Akbar, analis Monex Investindo Futures memperkirakan, harga gas alam masih terus melemah dalam jangka panjang. "Pasar melihat ketersediaan gas alam masih sangat besar membuat indikasi bearish bagi jenis energi ini," ucapnya.

Secara teknikal, indikasi bearish juga masih cukup kuat. Moving average convergence divergence (MACD) belum tampak akan berpotongan dan harga berpotensi turun ke bawah 0. Harga pada stochastic terlihat bakal bertahan di level bawah. Hingga akhir Agustus, harga gas alam diperkirakan akan berada pada kisaran US$ 3,00-US$ 3,50 per mmbtu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×