: WIB    —   
indikator  I  

Ellen May, edukasi saham dan kemerdekaan finansial

Ellen May, edukasi saham dan kemerdekaan finansial

KONTAN.CO.ID - Tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia, Kamis (17/8) siang, Ellen May, menggelar acara spesial. Ibu dua anak ini merupakan salah satu investor perempuan yang terbilang sukses di jagat pasar saham Indonesia.

Perempuan asal Solo berusia 34 tahun itu menggelar Grand Opening Ellen May Institute di Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T1 Nomor 12 A, Kembangan, Jakarta Barat. Di halaman ruko, berjejer sejumlah ucapan selama dari rekan dan kolega bisnis. Ellen May Institute adalah lembaga edukasi pasar modal, khususnya saham.

Menggunakan pakaian bermotif polkadot biru-putih dengan warna dasar gelap, Ellen menyampaikan kata sambutannya. Acara berlangsung di lantai dua ruko tersebut. "Kita semua hadir di sini bukan untuk merayakan keberhasilan saya, tapi saya dan tim ingin terus berkontribusi bagi kemajuan pasar modal Indonesia," tutur Ellen, disambut tepuk tangan para tamu dan undangan.

Hadir lebih dari 100 orang dalam acara itu. Mulai dari pejabat Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan sekuritas, manajer investasi, hingga investor saham. Mereka antara lain Direktur BEI Alpino Kianjaya, Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto, Presiden Direktur Infinitum Advisory Hans Kwee dan pejabat sekuritas lainnya.

Ellen May mulai terjun ke dunia trading saham pada 2006. Sebagaimana trader pemula lainnya, keuntungan yang luar biasa pada 2006-2007 membuatnya mengalami euforia.

Jika pada 2006-2007 meraih untung spektakuler, sebaliknya di 2008 ketika krisis finansial global pecah, Ellen menelan pil pahit dan menderita kerugian cukup besar. Di tahun itulah menjadi titik balik dari perjalanan trading Ellen May.

Ellen terus mengasah kemampuannya dengan belajar dari buku-buku impor, serta kepada ke beberapa ahli yang kompeten di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri.

Hingga akhirnya Ellen menemukan sebuah sistem yang sangat profitable untuk trading saham, forex, komoditas, dan futures. Lebih dari itu, ia menemukan bahwa rahasia sukses trading bukan terletak pada sistem yang bagus, tapi juga pada pengendalian psikologi trading.

Merasa apa yang dipelajari bermanfaat, Ellen memutuskan membagikan ilmunya kepada semua trader di Indonesia melalui buku Smart Traders Not Gamblers. Setelah itu, dia menerbitkan buku kedua Smart Trader Rich Investor.

Dia juga tergerak untuk mengedukasi rekan-rekan trader dan pembaca bukunya dalam pelatihan-pelatihan saham di berbagai kota. Beberapa tahun lalu, Ellen mendirikan kantor di Solo, Jawa Tengah. Dengan membuka kantor di Jakarta, Ellen May Institute ingin memperluas jangkauannya. Hingga kini, Ellen telah mengedukasi lebih dari 10.000 investor saham melalui seminar, webinar, membership online dan offline serta workshop.

Direktur BEI Alpino Kianjaya mengapresiasi aktivitas dan kontribusi Ellen May Institute. Melalui komunitas dan lembaga seperti Ellen May Institute, tentu edukasi tentang investasi saham semakin luas. "Agar kita bisa memenangi 'pertarungan' di pasar saham, maka perlu ilmu. Salah satunya bisa diperoleh dari sini (Ellen May Institute)," ungkap Alpino, dalam sambutannya.

Acara Grand Opening Ellen May Institute ditutup dengan pemotongan tumpeng. Ditemani suaminya, Ellen May membagikan potongan tumpeng ke pejabat, tokoh pasar modal dan investor saham.

Tentunya, Ellen May berharap kehadiran Ellen May Institute yang bertepatan dengan perayaaan HUT Kemerdekaan RI ini sebagai momentum tepat mengajak masyarakat dan para pelaku pasar modal untuk bangkit dan merdeka secara finansial.


Reporter Sandy Baskoro
Editor Sandy Baskoro

BURSA EFEK / BURSA SAHAM

Feedback   ↑ x
Close [X]