kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Efek pidato Powell berpotensi dorong kenaikan imbal hasil SUN


Rabu, 28 Februari 2018 / 09:38 WIB
Efek pidato Powell berpotensi dorong kenaikan imbal hasil SUN
ILUSTRASI. Aktifitas perdagangan SUN di Mandiri Securitas


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan akan bergerak naik pada perdagangan Rabu (28/2). Hal ini didorong oleh potensi kenaikan imbal hasil surat utang global akibat respons pelaku pasar terhadap pidato Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail menjelaskan, pasca berlangsungnya pidato Powell semalam (27/2), imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik sekitar 3-5 bps mendekati level 3%. “Potensi berlanjutnya kenaikan imbal hasil US Treasury diproyeksi akan memicu pelemahan rupiah dan menyebabkan kenaikan imbal hasil SUN,” katanya dalam riset.

Ahmad memprediksi, imbal hasil SUN seri acuan 10 tahun akan bergerak di rentang 6,48% hingga 6,51%. Adapun seri yang ia rekomendasikan pada perdagangan hari ini antara lain FR0064, FR0036, FR0035, FR0043, FR0063, dan FR0073.

Sebelumnya, Analis Fixed Income MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra menyampaikan, kombinasi faktor pelemahan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil surat utang global mendorong terjadinya koreksi harga SUN pada perdagangan Selasa kemarin.

Perubahan tingkat imbal hasil SUN pada perdagangan kemarin berkisar antara 1 - 7 bps. Sementara itu, imbal hasil SUN tenor pendek (1-4 tahun) naik berkisar antara 1- 6 bps dengan harga turun hingga sebesar 20 bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×