: WIB    --   
indikator  I  

BUMI menjual sisa saham simpanan

BUMI menjual sisa saham simpanan

KONTAN.CO.ID - Satu lagi aksi korporasi dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Entitas Grup Bakrie ini akan menjual saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada suatu perusahaan bernama Wyoming International Limited. 

Saat ini, BUMI memang masih mengempit sisa saham treasury hasil buyback yang dilakukan beberapa tahun lalu, sebanyak 473,21 juta saham. BUMI akan mengalihkan seluruh sisa saham buyback itu dengan menjualnya di luar Bursa Efek Indonesia.

Wyoming International Limited merupakan badan hukum yang didirikan pada Agustus 2006 berdasarkan perundang-undangan Republik Seychelles. Kegiatan utamanya di bidang investasi.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengatakan, saham treasury BUMI telah dimiliki sejak 2008 silam. "Sehingga sesuai ketentuan regulator, memang harus segera dilepas," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (12/9).

Dileep enggan merinci identitas Wyoming International. Yang jelas, Wyoming akan menjadi salah satu pemegang saham BUMI. "Mereka adalah bonafide investor, tidak terafiliasi dengan BUMI," tandas dia.

Saat ini, Wyoming diketahui juga menjadi pemegang saham PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI). Jumlah saham KBRI yang dimiliki Wyoming sebanyak 30,4%.

Harga saham 

Dileep belum menyebutkan berapa harga saham simpanan yang dijual ke Wyoming. Tapi, jika saham treasury itu dilepas di harga pasar saat ini Rp 240 per saham, BUMI hanya meraup penjualan Rp 113,57 miliar, atau sekitar US$ 8,53 juta. Nilai ini berada di bawah harga nominal saham treasury BUMI yang mencapai US$ 34,15 juta.

Sisa saham treasury BUMI ini merupakan hasil dua kali buyback yang dilakukan perusahaan.Pada 2006, BUMI mengeksekusi buyback 1,36 miliar saham. Harga nominal (par value) saham buyback itu mencapai US$ 98,53 juta. Sebanyak 1,3 miliar saham hasil buyback telah digunakan untuk obligasi konversi pada 2007-2008. 

BUMI juga melakukan buyback pada 2008 sebanyak 582,12 juta saham dengan harga pelaksanaan tidak lebih dari Rp 11.600 per saham. Tapi, BUMI hanya buyback 412,91 juta saham. Par value buyback kedua tercatat US$ 29,81 juta. Seluruh saham treasury hasil buyback ini masih disimpan BUMI sejak 2008 silam. Kala itu, harga saham yang terus anjlok menjadi alasan BUMI belum melepas saham simpanannya. 

Riska Afriani, Analis OSO Sekuritas, mengatakan, meski akan memperoleh dana cash, bukan berarti saham BUMI akan langsung terapresiasi. Justru, saat ini harga saham BUMI dinilai belum mencerminkan industri batubara yang outperform.

Sebaliknya, penjualan saham tersebut, justru bisa dinilai negatif oleh para investor. "Investor melihat, BUMI sendiri saja tidak mau memegang sahamnya sendiri, malah dilepas," ujar Riska.


Reporter Dityasa H Forddanta, Narita Indrastiti
Editor Wahyu Rahmawati

RESTRUKTURISASI UTANG BUMI

Feedback   ↑ x
Close [X]