Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) mengaku sudah mengajukan tiga hingga empat opsi untuk merestrukturisasi utang kepada pada kreditur, yang dipimpin Credit Suisse AG. Perusahaan group Bakrie ini tercatat berutang sebesar US$ 437 juta kepada para kreditur tersebut.
"Saat ini masih proses dengan pihak kreditur. Pembicaraannya sudah lebih dari 50%. Lagipula mereka yakin, kami bisa menyelesaikan utang tersebut," kata Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno di Jakarta, Rabu (20/6). Sebelumnya, pihak kreditur telah memberikan waktu hingga Juli kepada BNBR untuk membahas soal utang tersebut.
Eddy pun menyiratkan, pihaknya belum akan melunasi utang tersebut. Jadi, bisa saja BNBR malah akan menambah saham jaminan untuk kembali menyetarakan dengan pinjaman yang didapat perusahaan sebelumnya.
Seperti yang diketahui, utang CS ini dijaminkan dengan saham Bumi Plc. Sayangnya, saat ini harga saham Bumi Plc yang tercatat di bursa efek London terpangkas jeblok. “Kreditur mendukung usulan kami untuk menyelesaikan utang tersebut. Apalagi saat ini saham Bumi Plc sedang turun,” imbuhnya.
Namun, Eddy belum mau mengungkapkan apa saja opsi yang diajukan BNBR. Pasalnya, saat ini, pihaknya sedang melakukan pembicaraan terhadap sekitar 20 kreditur. "Jumlah kreditur sekitar 20-an yang terdiri dari perbankan, lembaga keuangan, dana pensiun dan beberapa lainnya. Jadikan mereka punya keinginan beda-beda," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













