kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Awas, profit taking masih bayangi IHSG besok


Senin, 22 Mei 2017 / 22:59 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Setelah menyentuh rekor kenaikan tertinggi sepanjang sejarah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi pada level 5.749,44 atau turun 0,73%. Hal ini didorong aksi profit taking, Senin (22/5).

Analis Yuanta Sekuritas, Parningotan Julio Hutabara bilang setiap kenaikan tajam biasanya akan diikuti oleh throwback, terutama setelah keluarnya investment grade dari S&P cenderung sudah habis sentimen.

Sehingga diperkirakan perdagangan Selasa (23/5) besok akan kembali menurun dengan range 5.719 - 5.793. "Katalisnya sudah selesai semua. Laporan keuangan sudah selesai, jadinya minim katalis dan oleh karenanya bisa koreksi lagi," ujar Parningotan kepada KONTAN.

Senada, analis NH Korindo Sekuritas, Bima Setiaji bilang pada awal perdagangan IHSG masih melanjutkan euphoria dari sentiment investment grade yang diberikan oleh S&P. Namun kenaikan ini berubah menjadi bearish didorong aksi ambil untung melanda saham-saham big caps.

"Namun masih ada sentimen positif untuk jangka menengah dan panjang bagi IHSG. Saham - saham second liner yang bagus dengan valuasi murah kami prediksi masih akan sangat mungkin melanjutkan kenaikan," papar Bima.

Besok, investor akan merespon sentimen dari Uni Eropa yang telah mengadakan meeting dan kemungkinan besar akan membahas mengenai Brexit dan kondisi politik Uni Eropa saat ini. Selain itu AS akan mengumumkan data tingkat persediaan minyak. Untuk perdagangan besok akan menguta dengan range 5.704 - 5835.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×