kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.535
  • SUN103,81 -0,11%
  • EMAS609.032 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

AUM reksadana saham Indo Premier susut Rp 100 M

Rabu, 14 Juni 2017 / 20:30 WIB

AUM reksadana saham Indo Premier susut Rp 100 M

JAKARTA. Dana kelolaan reksadana berbasis saham kompak menorehkan pertumbuhan negatif sepanjang Mei 2017. Direktur Utama Indo Premier Investment Diah Sofiyanti membenarkan, terjadi penyusutan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) pada produk reksadana yang beraset dasar saham, terutama untuk produk Exchanged Traded Fund (ETF).

Berdasarkan data Infovesta Utama, dana kelolaan ETF secara keseluruhan menyusut 2,01% dibanding bulan sebelumnya atau secara month on month.

Diah bilang, penurunan AUM disebabkan banyaknya investor yang melakukan aksi ambil untung (profit taking). Langkah tersebut dilakukan investor untuk memanfaatkan momentum bullish di pasar saham.

“Berdasarkan evaluasi ke beberapa investor, mereka profit taking karena market naik cukup tinggi beberapa minggu terakhir,” ungkap Diah ketika dihubungi KONTAN.

Sekadar mengingatkan sepanjang April, IHSG memang menguat 2,1%, mengekor kenaikan 3,37% pada bulan Maret. Barulah pada Mei, kenaikan IHSG lebih tipis yaitu 0,93%.

Diah tidak menampik AUM bekurang cukup signifikan. Jika diakumulasikan, dana kelolaan seluruh produk beraset dasar saham besutan IPIM menguap hingga sekitar Rp 100 miliar. Namun, ia memandang hal ini sebagai siklus yang wajar untuk reksadana dengan underlying asset saham. Nantinya, Diah optimistis para investor akan kembali menaruh dana ketika ada peluang di pasar.

Diah melanjutkan, ketika harga pasar terpantau mengalami tren penurunan, biasanya investor mulai berburu untuk membeli kembali. Maka, pasar akan ramai kembali. “Secara otomatis, AUM reksadana berbasis saham juga akan meningkat lagi,” cetusnya.

Menurut pengamatan Diah, secara fundamental, kondisi perekonomian Indonesia sedang kuat. Hal tersebut mendorong saham-saham di sektor infrastruktur, keuangan, consumer, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih memberikan potensi geliat pertumbuhan yang menarik.

Dia memperkirakan, IHSG bisa mencapai 6.100, dengan imbal hasil reksadana saham dan ETF saham ditargetkan menyentuh 15%-20%. Sedangkan, reksadana campuran 15%.

 


Reporter Olfi Fitri Hasanah
Editor : Sanny Cicilia
Berita terbaru Investasi

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]