kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Yunani diselamatkan, rupiah perkasa ke level tertinggi dalam enam minggu


Jumat, 22 Juli 2011 / 10:22 WIB
ILUSTRASI. Infeksi Virus Corona pada pasien tanpa gejala bisa dideteksi dengan tes aroma. REUTERS/Lim Huey Teng


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah pagi ini semakin perkasa. Pergerakannya menguat ke level paling tinggi dalam enam minggu terakhir. Penguatan rupiah terjadi setelah pemimpin Eropa menyetujui untuk memberikan paket bantuan baru terhadap Yunani, sehingga mendongkrak permintaan bagi aset-aset emerging market.

Pada pukul 09.17, rupiah menguat 0,2% menjadi 8.524 per dollar. Sebelumnya, rupiah sempat bertengger di level 8.513, yang merupakan level paling perkasa sejak 9 Juni lalu. Sepanjang pekan ini, penguatan rupiah mencapai 0,2%.

"Pernyataan yang dikeluarkan Eropa tadi malam cukup positif. Hal itu mendongkrak permintaan aset-aset emerging market. Secara lokal, fundamental Indonesia sangat kuat sehingga mampu menarik dana asing untuk masuk," jelas Saktiandi Supaat, head of foreign exchange research Malayan Banking Bhd di Singapura.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, setelah melakukan perundingan selama delapan jam di Brussels, akhirnya diputuskan bahwa Eropa akan memberikan bantuan baru kepada Yunani senilai 159 miliar euro atau setara dengan US$ 229 miliar. Terkait hal itu, mereka merekomendasikan kepada pemegang obligasi untuk turut serta dalam membeli obligasi tersebut.

Selain itu, Eropa juga akan memberdayakan dana penyelamatan senilai 440 miliar euro untuk membeli surat utang di sejumlah negara-negara yang bermasalah di kawasan Eropa. Tujuannya tak lain untuk menghindari penyebaran krisis di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×