Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar Surat Utang Negara (SUN) domestik mulai tertekan oleh sentimen eksternal yang mendorong kenaikan imbal hasil atau yield.
Di tengah volatilitas pasar, investor dapat mencermati sejumlah seri obligasi pemerintah yang dinilai menarik untuk ditransaksikan.
Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Ridwan Adi Gunawan mengatakan, yield SUN ditutup naik 1 basis poin (bps) hingga 3 bps.
Baca Juga: Bhineka Inovasi (BIKE) Akuisisi 72% Saham Berau Usaha Mandiri
Kenaikan ini terjadi seiring penyesuaian harga atau repricing akibat sentimen eksternal yang menekan aset berdurasi panjang.
Yield SUN acuan tenor lima tahun tercatat naik 3,3 bps menjadi 7,06%. Sementara itu, yield SUN tenor 10 tahun meningkat 2,7 bps ke level 7,19%.
Kenaikan tersebut membuat selisih imbal hasil atau spread dengan US Treasury (UST) tenor 10 tahun menyempit ke kisaran 190 bps.
Pergerakan pasar obligasi domestik turut dipengaruhi dinamika pasar global. Wall Street ditutup bervariasi setelah lonjakan harga minyak mentah kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.
Di sisi lain, pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat justru menguat. Permintaan yang kuat dalam lelang obligasi tenor 30 tahun senilai US$ 22 miliar mendorong yield UST tenor 10 tahun turun 6 bps ke level 5,22%.
Dari dalam negeri, kondisi makroekonomi relatif terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia (BI) pada September 2026 tercatat sedikit turun menjadi 118,1, dari 118,5 pada bulan sebelumnya. Meski melemah, indeks tersebut masih berada di zona optimistis.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 Jadi Rp 2.572.000 per Gram Jumat (9/10)
Mencermati perkembangan pasar global dan domestik, Ridwan memperkirakan yield SUN tenor 10 tahun akan bergerak dalam rentang 7,10% hingga 7,25% pada Jumat (9/10/2026).
Aktivitas perdagangan SUN masih terkonsentrasi pada sejumlah seri yang likuid. Seri FR0109 mencatat nilai transaksi terbesar, yakni Rp 4,77 triliun.
Berikutnya, seri PBS030 membukukan transaksi Rp 2,79 triliun dan FR0110 sebesar Rp 2,63 triliun.
Untuk strategi perdagangan hari ini, Ridwan merekomendasikan investor mencermati lima seri obligasi pemerintah, yakni PBS030, FR0095, FR0101, FR0104, dan FR0082.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













