kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Yield Obligasi Korporasi Berpotensi Turun, Permintaan Diperkirakan Meningkat


Selasa, 25 November 2025 / 18:48 WIB
Yield Obligasi Korporasi Berpotensi Turun, Permintaan Diperkirakan Meningkat
ILUSTRASI. Yield obligasi korporasi berpotensi turun hingga akhir 2025. Peluang capital gain terbuka, terutama tenor panjang.


Reporter: Wafidashfa Cessarry | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Obligasi korporasi berpotensi melanjutkan tren penurunan yield hingga akhir tahun, meski tetap berada di atas yield Surat Berharga Negara (SBN).

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat penerbitan surat utang korporasi pada pekan ketiga November 2025 mencapai Rp 1 triliun, seluruhnya berasal dari PT Bussan Auto Finance. Sebelumnya, dua pekan awal November 2025 mencatat penerbitan lebih dari Rp 11 triliun.

Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual menilai, penurunan yield obligasi korporasi masih berpeluang berlanjut sejalan dengan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.

Yield obligasi korporasi berpotensi masih dalam tren turun, tetapi tetap berada di atas yield SBN,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga: IHSG Terkoreksi Setelah Cetak Rekor, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Dari sisi sentimen, David melihat permintaan terhadap obligasi korporasi terutama yang berperingkat AAA berpotensi meningkat. Hal ini didorong oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) yang kini memperbolehkan obligasi korporasi digunakan dalam operasi moneter repo BI. Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan BI turut memperkuat minat investor menjelang akhir tahun.

Untuk strategi investasi, David menilai prospek jangka panjang obligasi korporasi masih menarik, khususnya tenor panjang. Ia menjelaskan bahwa tren penurunan suku bunga global berpotensi membuka ruang capital gain.

“Obligasi tenor lebih panjang umumnya lebih stabil dan memiliki potensi capital gain lebih besar saat penurunan suku bunga,” ujarnya.

Baca Juga: Simak Rencana Pengembangan Bisnis Krakatau Steel (KRAS) Usai Restrukturisasi

Dengan yield SBN 10 tahun berada di 6,20%, David memperkirakan yield obligasi korporasi akan tetap berada di atas level tersebut, namun spread berpotensi menyempit. Saat ini spread obligasi korporasi AAA berada di sekitar 70 bps.

Ia mengatakan implementasi repo obligasi korporasi dapat menambah permintaan dan menurunkan sentimen risiko obligasi korporasi sehingga spread bisa turun secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×