kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Yen Melemah Seiring Sentimen Upaya Intervensi Bank Sentral


Senin, 24 November 2025 / 11:20 WIB
Yen Melemah Seiring Sentimen Upaya Intervensi Bank Sentral
ILUSTRASI. Samples of new Japan yen banknotes are pictured at the National Printing Bureau Tokyo Plant in Tokyo on June 19, 2024. The Bank of Japan will begin issuing on July 3rd, 2024. ( The Yomiuri Shimbun )


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yen Jepang (JPY) merosot melewati 156,5 per dolar pada hari Senin (24/11), mengembalikan sebagian keuntungan sesi sebelumnya karena para pedagang terus mempertimbangkan serangkaian intervensi verbal dari pihak berwenang yang bertujuan untuk memperlambat penurunan mata uang tersebut.

Pada hari Minggu (23/11), Takuji Aida, penasihat Perdana Menteri Sanae Takaichi, mengatakan Tokyo dapat secara aktif melakukan intervensi di pasar mata uang untuk mengimbangi dampak ekonomi negatif dari yen yang lemah.

Seperti dikutip Tradingeconomics, Senin (24/11), Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda dan Menteri Keuangan Satsuki Katayama juga mengomentari pelemahan yen minggu lalu, memicu spekulasi bahwa pihak berwenang dapat turun tangan jika mata uang tersebut mendekati 160 per dolar AS, sejalan dengan tingkat intervensi sebelumnya.

Yen jatuh ke level terendah sepuluh bulan pada minggu lalu karena paket stimulus besar-besaran Takaichi menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan fiskal Jepang, sementara pemerintahannya juga mendukung untuk mempertahankan suku bunga rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×