kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Waspada, posisi rupiah rentan koreksi


Kamis, 03 November 2016 / 06:57 WIB
Waspada, posisi rupiah rentan koreksi


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Antisipasi pelaku pasar atas hasil pertemuan FOMC yang akan dirilis Kamis (3/11) dini hari waktu Indonesia membelenggu nilai tukar rupiah.

Di pasar spot, Rabu (2/11), valuasi rupiah mengempis 0,08% dibanding hari sebelumnya ke Rp 13.057 per dollar Amerika Serikat (AS) . Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah melemah 0,17% jadi Rp 13.058 per dollar AS.

Reny Eka Putri, analis pasar uang Bank Mandiri, menuturkan, investor memilih melindungi asetnya dan meninggalkan aset berisiko, termasuk rupiah. Inilah alasan dollar AS tetap unggul, karena dianggap sebagai safe haven. "Hanya saja pelemahan rupiah terbatas karena fundamental domestik cukup kuat," kata Reny.

Salah satu penopang utama adalah inflasi Oktober yang cuma di 0,14%. Faisyal, Research & Analyst Monex Investindo Futures mengatakan, penurunan harga minyak mentah dunia yang signifikan ikut menjadi katalis negatif bagi rupiah.

Kondisi politik dalam negeri turut membebani rupiah. "Pasar tentu waspada akan aksi demonstrasi yang dijadwalkan Jumat (4/11) ini, imbasnya negatif bagi rupiah," ujar Faisyal.

Tekanan akan makin besar jika FOMC menebar sinyal peluang kenaikan suku bunga AS. "Pergerakan rupiah akan di kisaran Rp 13.015–Rp 13.120," analisa Faisyal.

Reny menghitung, rupiah akan bergerak di Rp 13.040–Rp 13.085.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×