kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Wall Street Terombang-Ambing, Yield US Treasury dan Kekhawatiran Resesi Biangnya


Rabu, 19 Oktober 2022 / 22:36 WIB
ILUSTRASI. Wall Street


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street berjuang untuk mendapatkan arah pada perdagangan Rabu (19/10). Sementara, imbal hasil US Treasury melanjutkan kenaikannya karena reli pasar ekuitas dalam beberapa hari terakhir tampaknya kehilangan momentumnya.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 22,25 poin atau 0,07% menjadi 30.546,05, S&P 500 kehilangan 13,9 poin atau 0,37% menjadi 3.706,08, dan Nasdaq Composite turun 51,39 poin, atau 0,48%, menjadi 10.721,01.

Tiga indeks saham utama AS goyah antara merah dan hijau sejak awal perdagangan. Imbal hasil US Treasury melonjak hingga menyentuh level tertinggi baru 14 tahun.

"Pasar sedang beristirahat," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

"Ini adalah kombinasi dari jeda setelah reli, beberapa kekhawatiran atas inflasi yang lebih tinggi di Inggris Raya, dan beberapa perusahaan menyatakan kehati-hatian tentang prospek ke depan."

Baca Juga: Wall Street Dibuka Turun, Tertekan Kenaikan Imbal Hasil US Treasury

Pelaku pasar menyulap serentetan pendapatan beragam - terutama dari Procter & Gamble, Travelers Companies Inc, Baker Hughes Co - dengan kekhawatiran yang sedang berlangsung mengenai apakah kenaikan suku bunga bank sentral untuk menahan pandemi inflasi dapat mendorong ekonomi global ke dalam kontraksi.

"Semacam penurunan (ekonomi) terjadi dan apakah itu ringan atau parah, waktu akan memberi tahu," tambah Tuz.

"Ada banyak pesimisme, ketika beberapa pendapatan dan bimbingan masuk, kami mengalami reli bantuan dan kenyataan merembes setelah beberapa hari itu dan di situlah kami menemukan diri kami hari ini."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×