kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Wall Street sumringah setelah beredar isu China akan beli obligasi Italia


Selasa, 13 September 2011 / 06:21 WIB
ILUSTRASI. Cara mengusir lalat bisa menggunakan bahan alami. Foto: Dok. Wikipedia


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Setelah sebelumnya sempat memerah, kemarin malam, mayoritas bursa AS melesat. Pada penutupan pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,7% menjadi 1.162,27. Padahal, indeks S&P 500 sempat tergerus hingga 1,6% pada transaksi sebelumnya. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,6% menjadi 11.061,12.

Sembilan dari sepuluh sektor yang ditransaksikan pada indeks S&P 500 juga menghijau. Kenaikan tersebut dipimpin oleh sektor teknologi dan finansial.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa AS antara lain Bank of America Corp yang naik 1% setelah mengumumkan rencananya untuk memangkas 30.000 karyawan dalam beberapa tahun ke depan untuk efisiensi serta NetLogic Microsystems Inc yang meroket 51% setelah Broadcom Corp setuju membeli perusahaan semikonduktor tersebut senilai US$ 3,7 miliar secara tunai.

Disinyalir, beberapa faktor turut mendongkrak Wall Street kemarin. Salah satunya, rencana China yang mempertimbangkan untuk melakukan investasi di Italia.

"Jika China bersedia berinvestasi di Italia, mungkin hal itu bisa menjadi salah satu solusi. Sebab, itu akan menciptakan sumber modal baru dari luar Eropa yang tidak terpikir sebelumnya. Mungkin saja negara-negara lain Eropa mampu mencari modalnya sendiri. Itu yang sangat diharapkan," jelas Mark Bronzo, analis Security Global Investors di New York.

Sekadar tambahan, sebelumnya, Financial Times memberitakan, pemerintah Italia saat ini tengah berupaya keras meyakinkan China untuk membeli obligasinya. Hal ini dikonfirmasi oleh salah seorang staf pemerintahan Italia yang tidak mau namanya disebut. Sang sumber bilang, pemerintah Italia sudah melakukan perundingan dengan China mengenai investasi potensial di kawasan Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×